Tiruan Lamborghini hingga Bugatti Beredar di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berbagai cetakan mobil sport tiruan seperti lamborghini dan Ferrari dijemur di lapangan terbuka di Cina. (Carbuzz)

    Berbagai cetakan mobil sport tiruan seperti lamborghini dan Ferrari dijemur di lapangan terbuka di Cina. (Carbuzz)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina dikenal sebagai negara yang gemar menjiplak mobil-mobil mewah. Beberapa pabrikan dunia bahkan sempat menempuh jalur hukum terkait plagiat yang dilakukan di negeri Tirai Bambu itu. 

    Baru-baru ini, tiruan SUV, sedan dan bahkan beberapa mobil sport seperti Lamborghini, Ferrari, hingga Bugatti bereda di Cina. Secara terang-terangan bodi mobil tiruan itu dipajang berderat di lapangan terbuka. Dari beberapa foto mobil KW yang sudah jadi, tampak persis seperti aslinya. 

    Baca: Zotye T900, Tiruan Range Rover Sport dari Cina

    Tidak banyak info yang diberikan dari gambar-gambar itu, dan tidak jelas apakah semuanya berasal dari sumber yang sama. Namun, bisnis menyalin desain tanpa malu-malu dari produsen lain masih hidup dan baik di negeri ini. 

    Lamborghini Veneno tiruan di Cina. (Carbuzz)

    Satu gambar menunjukkan cetakan fiberglass putih dari Lamborghini Veneno, Ferrari LaFerrari dan Pagani Zonda. Bentuknya sungguh dahsyat, proporsional, sehingga membuat yang melihat akan sulit membedakan dengan yang asli.

    Baca: Produsen Mobil Cina Jago Jiplak dari Rolls Royce Hingga Mercy

    Dari foto Veneno yang bereda tak disebutkan menggunakan mesin apa, tetapi tampaknya tidak mungkin memiliki banyak kesamaan dengan aslinya yang memiliki 740 tenaga kuda dihasilkan dari mesin V12 6,5 liter. Salinan Maserati MC12 dan Bugatti Chiron menunjukkan bahan yang digunakan baik baja, plastik atau cetakan serat karbon untuk membuat mobil palsu ini. 

    CARBUZZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.