Inalum Akan Pasok Bahan Baku Produksi Velg Alloy Mobil Toyota

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil di pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, 26 Januari 2016. Pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner dengan kapasitas mencapai 130.000 unit pertahun atau setara  1,8 menit untuk memporduksi satu mobil. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil di pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, 26 Januari 2016. Pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner dengan kapasitas mencapai 130.000 unit pertahun atau setara 1,8 menit untuk memporduksi satu mobil. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan menjadi pemasok aluminimum PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk produksi velg mobil Toyota. Penandatangan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono pada 14 Februari 2019, disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, ketika melakukan kunjungan kerja ke sejumlah proyek strategis nasional di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

    "Inalum sebagai satu-satunya smelter aluminium di Indonesia bangga bisa menjadi pemasok aluminium yang akan digunakan untuk manufaktur produk TMMIN," kata Budi Gunadi Sadikin dalam di Jakarta, Jumat 15 Februari 2019.

    Baca: Inilah Saudara Toyota Agya di Eropa, Lebih Sporty Muka Mirip X

    Keberhasilan Inalum menjadi pemasok lokal aluminium dengan spesifikasi khusus ini merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Indonesia dalam menekan angka impor bahan baku otomotif yang saat ini sedang menjadi perhatian utama.

    "Langkah ini adalah salah satu wujud Inalum sebagai induk holding industri pertambangan dalam melaksanakan mandat dari pemerintah Indonesia untuk hilirisasi produk aluminium, salah satunya dengan mendorong peningkatan industri otomotif nasional melalui pemakaian produk aluminium yang kami produksi," ujarnya.

    Ia menjelaskan Inalum memiliki prospek untuk memasok aluminium foundry alloy hingga 150 metrik ton per bulan PT Pakoakunia yang merupakan perusahaan pemasok velg untuk otomotif di Indonesia. "Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya," kata Budi.

    Dalam mengembangkan aluminium untuk bahan baku velg ini, Inalum bekerja sama dengan PT Pakoakunia dan TMMIN sejak 2017. Kerja sama meliputi area studi kelayakan, pengembangan spesifikasi material aluminium termasuk di dalamnya pengecekan komposisi unsur kimia, struktur metalurgi, hasil pengecoran ingot, evaluasi material (tingkat kekerasan, performa) hingga persiapan produksi massal.

    Dengan adanya pasokan aluminium foundry alloy dari Inalum, impor bahan baku untuk industri otomotif dapat dikurangi secara ertahap sehingga memberi dampak positif berupa potensi penghematan devisa sebesar 1,3 juta dolar AS per tahun pada tahap awal karena pasokan bahan baku velg itu hanya diserap untuk kendaraan bermerek Toyota yang produksi TMMIN.

    "Ke depannya, angka ini diharapkan akan meningkat dalam jumlah signifikan," katanya.

    Dengan dukungan kemampuan produksi hingga 90.000 ton per tahun aluminium foundry alloy, terbuka peluang bagi Indonesia menjadi pemain aktif pemasok bahan baku komponen otomotif di tingkat global yang saat ini didominasi oleh 3 pemain utama yang bermarkas di Dubai, Qatar dan Australia.

    Simak: Ekspor Toyota Naik 4 Persen, Fortuner dan Avanza Jadi Andalan

    "TMMIN mendukung dan menyambut baik upaya Inalum dalam melokalkan ingot untuk velg kendaraan. Keberhasilan Inalum ini akan memberikan dampak yang besar bagi penguatan struktur industri otomotif nasional, tahan banting terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan juga mempercepat tercapainya Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing industri nasional, kata Presdir TMMIN Warih Andang Tjahjono.

    Pada tahap awal Inalum akan memasok kebutuhan aluminium foundry alloy ke PT Pakoakunia yang kemudian akan dipergunakan bagi produksi velg mobil Toyota model Kijang Innova, Fortuner dan Sienta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.