Suzuki Ignis Facelift Akan Pakai ABS dan Sensor Parkir

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Ignis SE. Sumber: swa.co.id

    Suzuki Ignis SE. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, New Delhi - Maruti Suzuki, agen pemegang merek Suzuki di India siap meluncurkan facelift Ignis baru. Menurut laporan, facelift Suzuki Ignis baru dijadwalkan akan mulai dijual akhir bulan ini, Februari 2019. Facelift Suzuki Ignis yang baru akan hadir dengan hanya sedikit perubahan kosmetik, terutama untuk memberikan model dan gaya yang fresh kepada mobil yang berusia dua tahun itu.

    Baca: Harga Kompetitif, Suzuki Ignis Masih Jadi Andalan di Indonesia

    Ignis pertama kali diperkenalkan di India pada 2017. Penawaran mobil entry-level di pasar India akan datang dengan pembaruan kosmetik kecil seperti bumper depan mengalami perubahan, aksesoris kustomisasi baru dan beberapa lainnya. Ignis akan terus menawarkan lampu depan LED dengan LED DRL pada varian yang lebih tinggi.

    Terlepas dari perubahan yang disebutkan di atas, tidak akan ada pembaruan lainnya. Interior akan tetap tidak banyak berubah, selain dari pengenalan sistem infotainment SmartPlay baru; pertama kali terlihat di Suzuki Wagon R yang serba baru. Namun, sebagian besar pembaruan akan dikonsentrasikan untuk membuat facelift Maruti Ignis mengikuti aturan emisi.

    Ignis facelift baru akan hadir dengan sejumlah fitur keselamatan tambahan, termasuk peringatan kecepatan tinggi, sistem pengingat sabuk pengaman, ABS dengan EBD, sensor parkir mundur, dan kantung udara ganda yang semuanya merupakan varian standar di seluruh varian.

    Baca: Suzuki Siapkan Penerus Ignis Segmen SUV Futuristik, Model Imut

    Suzuki Ignis facelift akan menggunakan mesin bensin 1.2 liter yang sama dengan model saat ini. Mesin ini menghasilkan tenaga 83bhp dan torsi 113Nm yang dikombinasikan dengan gearbox manual lima kecepatan standar dan transmisi AMT.

    DRIVESPARK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.