Kawasaki Siapkan Motor Listrik Penerus Ninja Masa Depan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar paten motor listrik buatan Kawasaki. Sumber: visordown.com

    Gambar paten motor listrik buatan Kawasaki. Sumber: visordown.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasaki sebenarnya tidak asing dengan motor listrik, setelah pada 2014 memamerkan J-Concept. Namun setelah itu, Kawasaki tak muncul lagi dengan produk yang dipasarkan secara massal. Kemungkinan mereka masih menyiapkan motor listrik yang handal.

    Baca: Kawasaki Ninja 250SL 2019 Segera Diluncurkan, Harga Mengejutkan

    Sebuah gambar paten terungkap, sepertinya tim di Minato telah mengarap motor listrik. Satu hal yang aneh dalam desain paten tersebut adalah air-scoop frontal besar yang berada di posisi yang sama dengan inlet udara mirip yang ditemukan pada sepeda sport bensin konvensional. Padahal motornya bertenaga listrik, mengapa ada saluran ada di sana? Satu-satunya jawaban bisa untuk mendinginkan motor, baterai atau mungkin keduanya.

    Dengan posisi saluran udara berada di tempatnya, ada kemungkinan besar fungsi utamanya adalah untuk mendinginkan baterai sepeda, yang berada tepat di bawah jok yang dulunya dipakai air-box konvensional pada motor bensin. Ini bukan pertama kalinya kami melihat jenis pendingin ini seperti yang pertama kali kami laporkan pada tahun 2012, meskipun tata letak baterainya sangat berbeda.

    Gambar paten motor listrik buatan Kawasaki. Sumber: visordown.com

    Motor listrik, seperti halnya mesin yang bertenaga bensin, menghasilkan panas dalam jumlah besar dan jika dibiarkan berpotensi merusak internal motor yang kompleks. Suhu motor listrik telah mencapai tingkat sedemikian rupa sehingga pabrikan merasa perlu untuk membatasi daya.

    Untuk membantu mencegah masalah muncul, Kawasaki memiliki pendingin oli yang dipasang di depan yang beroperasi dari bah standar di bawah motor. Oli dipompa di sekitar bagian bawah motor dan kelihatannya mengarah ke bagian dalam casing untuk mengalirkan oli pendingin ke poros tengah.

    Simak: Kawasaki Ninja 250 Kini Sudah Keyless, Harga Mulai Rp 61 Jutaan

    Bagian lain yang menarik dari motor ini adalah penggunaan kopling yang diduga DCT elektronik yang mewah namun masih belum jelas. Sebagian besar motor listrik yang dipasarkan menggunakan penggerak dari poros pusat motor, memanfaatkan sproket belakang besar atau sabuk. Hanya saja memiliki kekurangan kadang-kadang motor bekerja lebih keras dan lebih cepat dari yang seharusnya. Pilihan mengendarai sepeda listrik menjadi roda gigi besar dan memungkinkan motor untuk bernafas dapat memungkinkan jangkauan yang lebih baik dan membuat seluruh pengalaman lebih menarik.

    VISOR DOWN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.