Motor Bajaj 2019 Kini Pakai Teknologi 3 Busi Tenaga Ikut Naik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bajaj Dominar 2019. Sumber: autocarindia.com

    Bajaj Dominar 2019. Sumber: autocarindia.com

    TEMPO.CO, JakartaBajaj Dominar 2019 telah berulang kali menjalani pengujian. Terungkap, Bajaj Dominar yang diperbarui terus ditenagai oleh mesin berkapasitas 373,3cc yang menghasilkan tenaga 39,9hp pada 8.650 rpm atau mengalami peningkatan 4,9hp dibandingkan 35hp pada 8.000 rpm pada model lawas. Sementara torsi puncak tetap tidak berubah pada 35Nm pada 7.000 rpm atau lebih tinggi dari model lama pada 6.500 rpm.

    Baca: Bajaj Roda Tiga Listrik: Muat 3 Penumpang, Ada Fitur Antimaling

    Bajaj terbaru ini menggunakan teknologi bukan lagi dua busi tapi tiga busi. Yang menimbulkan pertanyaan apakah Bajaj akan beralih ke mesin DOHC seperti yang digunakan pada KTM 390 Duke dengan meninggalkan desain SOHC asli. Atau, peningkatan tenaga dapat merupakan hasil dari peningkatan rasio kompresi dan profil cam yang lebih agresif. Mesinnya juga terus dikawinkan dengan gearbox 6-speed.

    Beberapa pembaruan lain adalah penggunaan suspensi USD, yang menggantikan unit teleskopik konvensional, dan satu set rem yang kini mirip KTM 390 Duke. Penggunaan sejumlah part baru menghasilkan peningkatan bobot hingga 2,5 kilogram menjadi 184,5 kilogram.

    Baca: Angkutan Bajaj 2019 di India Kini Tambah Aman, Interior Baru

    Dominar 2019 telah menggunakan instrument cluster yang diperbarui dan knalpot baru. Lembar spesifikasi yang bocor mengonfirmasi bahwa motor baru akan menggunakan instrumen terpisah yang dipasang di tangki untuk menampilkan posisi gigi, odometer, dan waktu; sementara fungsi sebelumnya sebagai tampilan utama yang dipasang di stang yang sekarang menyampaikan info dalam teks. Sementara itu, knalpot sport muffler twin-exit dan memiliki suara yang lebih ngebass.

    AUTOCAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.