Tarif Tol Trans Jawa Dinilai Terlalu Mahal Untuk Angkutan Umum

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski banyak manfaat yang dirasakan baik untuk penumpang maupun Perusahaan Otobus (PO) dengan kehadiraan tol Trans Jawa. Namun untuk tarif yang berlaku saat ini dirasa masih terlalu mahal untuk kendaraan komersial seperti bus.

    Seperti yang disampaikan Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan. Menurutnya, angkutan umum diberi harga khusus untuk tarif tol di Trans Jawa.

    Baca: Mencicipi Perjalanan Bus Trans Jawa Rute Jakarta-Solo, Mewah

    "Kalau saya boleh komentar tentang hal itu, semestinya untuk angkutan umum itu ada keistimewaan tarif," ujar pria yang akrab disapa Sani kepada wartawan, saat perjalanan ke Semarang dalam uji coba Bus Trans Jawa keberangkatan pagi, Kamis 14 Februari 2019:

    Sani berpendapat, seharusnya kendaraan pribadi yang diberi beban lebih soal tarif Trans Jawa. Mengingat pernyataan pemerintah yang ingin mengalihkan masyarakat menggunakan angkutan umum.

    "Paling tepat memang kendaraan pribadi yang men-support cost itu. Apalagi pemerintah punya statement jelas. Ingin mengalihkan masyarakat menggunakan angkutan umum. Kalau tolnya murah, tarif bus bisa terjangkau, dan banyak orang yang ingin naik angkutan umum," katanya lagi.

    Baca: Jalan Tol Menjadi Penyebab Terminal Bus Menjadi Sepi?

    Untuk itu sekali lagi Sani menegaskan keinginannya agar pemerintah memberikan sesuatu yang dapat mengurangi beban terkait tarif tol Trans Jawa untuk angkutan umum.

    "Jadi saya berharap pemerintah memberi perlakuan khusus untuk angkutan umum dalam hal tarif tol," ujar Sani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.