Kata IMI Soal Penggunaan Toa dan Lampu Strobo saat Turing

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikatan Motor Indonesia (IMI) berkolaborasi dengan Pigijo.com membuat website dan aplikasi khusus untuk touring bagi anggota IMI. TEMPO/Wisnu Andebar

    Ikatan Motor Indonesia (IMI) berkolaborasi dengan Pigijo.com membuat website dan aplikasi khusus untuk touring bagi anggota IMI. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan toa dan lampu strobo yang berlebihan hingga menutup sebagian jalur mengganggu pengguna jalan lain. Hal tersebut dianggap telah mencoreng citra biker dan sebagian orang menganggapnya arogan.

    Baca: IMI Meluncurkan Aplikasi Khusus Untuk Pecinta Turing Sepeda Motor

    Menanggapi hal itu, Secretary General Chief Executive Officer Ikatan Motor Indonesia (IMI), Jeffrey JP mengatakan, hal tersebut terjadi karena biasanya mereka yang berkelompok memiliki ego yang tinggi. Namun, kasus seperti ini bisa diatasi dengan ketegasan dari pimpinan komunitas mengarahkan anggota yang bisa berdampak buruk bagi kelompok.

    "Kalau sekarang yang saya lihat sudah berkurang, kalau dulu memang seperti jalan sudah seperti milik sendiri. Kita sekarang juga sedang menggalang klub motor untuk menghilangkan image geng motor. Ini sama juga untuk komunitas mobil," ujarnya di kantor IMI, Jakarta Selatan pada Senin, 18 Februari 2019.

    Menurutnya, sudah ada Undang Undang yang mengatur dan melarang penggunaan lampu strobo bahkan bisa ditilang. "Kalau petugas pakai toa, lampu strobo, dan sirine tersebut dalam kondisi tugas atau buru-buru kita bisa kasih jalan, tapi sekarang ada juga yang pengendara malah lebih arogan. Selain itu penjual aksesoris juga perlu diatur karena mereka menyediakan aksesori itu," katanya.

     

    IMI saat ini terbagi dua pilar, pertama pilar olahraga yang sudah jadi brand image. Kedua soal mobilitas, fungsinya edukasi untuk memberikan arahan pada komunitas bagaimana berkendara secara aman dan tidak merugikan pihak lainnya. "Ada juga komunitas yang diarahkan turing untuk menunjang program pariwisata dan lingkungan hidup serta diselingi dengan aksi sosial," ujar Jeffrey.

    Simak: Cegah Balap Liar, Kota Surabaya Sediakan Sirkuit Balap Gratis

    Ia menambahkan klub manapun bisa masuk anggota IMI jika sudah memiliki badan hukum. IMI sebagai organisasi punya legalitas berdasarkan undang-undang, berarti anggota yang ada di naungan IMI juga harus jelas. "Tujuannya supaya klub tersebut tidak menyalahgunakan kewenangan ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.