Penjualan Toyota Turun di Awal 2019, Ini Penjelasan Bos TAM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat menjajal mobil konsep Toyota i-Walk di GIIAS 2018. (TAM)

    Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat menjajal mobil konsep Toyota i-Walk di GIIAS 2018. (TAM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan otomotif Grup Astra pada Januari 2019 mengalami penurunan 7,7 persen dibandingkan tahun lalu. Perlambatan Grup Astra itu masih lebih baik dibandingkan pasar yang turun sekitar 15,36 persen pada awal 2019 ini.

    Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, terdapat dua faktor utama perlambatan penjualan pada awal tahun yakni tahun politik di mana konsumen masih menahan belanja. Selain itu, Toyota masih berupaya meningkatkan pasokan khususnya untuk Avanza.

    Baca: Toyota Hiace 2019 Tampang Lebih Kekinian Fitur Tambah Mewah

    "Jangan lupa ada faktor pemilu pada April, berbeda dari tahun lalu. Di sisi lain kami juga menunggu tambahan pasokan dari pabrikan untuk model baru yang kami perkenalkan Januari lalu," ujarnya kepada Bisnis, Senin 18 Februari 2019.

    Penjualan Grup Astra terdiri dari Toyota, Daihatsu, Isuzu dan Puegeot. Penjualan Daihatsu paling tertekan, sementara Toyota turun tipis. Sebaliknya, Isuzu yang lebih banyak bermain pada segmen komersial tumbuh positif.

    Soerjo menuturkan, Grand New Toyota Avanza yang baru diperkenalkan pada Januari diharapkan dapat menaikkan penjualan Toyota tahun ini. Pasalnya, ToyotaAvanza telah menjadi salah satu pendulang volume penjualan unit kendaraan selama beberapa tahun terakhir. Tahun 2018, Avanza tetap menjadi model terlaris walaupun penjualan Avanza turun 29,36 persen atau sebanyak 82.167 unit. "Mudah-mudahan bisa menaikkan penjualan ke depannya," ujarnya.

    Sebelumnya, Auto2000 selaku salah satu jaringan distributor utama Toyota menyebutkan saat ini permintaan Toyota Avanza sangat baik yang ditandai dengan waktu tunggu antara 1,5 bulan hingga 2 bulan. TAM juga telah meminta pabrikan untuk meningkatkan produksi Avanza.

    Simak: Inalum Akan Pasok Bahan Baku Produksi Velg Alloy Mobil Toyota

    Soerjo melanjutkan, penurunan penjualan juga erat kaitan dengan tahun politik di mana umumnya pasar otomotif turun. Namun, peluang untuk tumbuh juga terbuka pada tahun ini karena banyak agen pemegang merek (APM) yang memperkenalkan produk baru. "Tapi mungkin saya berbeda kali ini, karena beberapa APM memperkenalkan produk baru, jadi market bisa jadi mendekati tahun lalu," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.