Michelin Pasok Ban untuk Mercedes-Benz E350 EQ Boost

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michelin Primacy 3 Zero Pressure (ZP) yang digunakan pada Mercedes-Benz E350 EQ Boost yang diluncurkan pada acara Mercedes-Benz Weekend Test Drive di Hutan Kota Senayan, Jakarta, 7 Februari 2019. (Michelin)

    Michelin Primacy 3 Zero Pressure (ZP) yang digunakan pada Mercedes-Benz E350 EQ Boost yang diluncurkan pada acara Mercedes-Benz Weekend Test Drive di Hutan Kota Senayan, Jakarta, 7 Februari 2019. (Michelin)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Michelin Indonesia menjadi pemasok ban (original equipment/OE) untuk beberapa model Mercedes-Benz seperti C-Class, E-Class, dan S-Class. Ban tersebut di antaranya adalah Michelin Primacy 3 Zero Pressure (ZP) yang digunakan pada Mercedes-Benz E350 EQ Boost yang diluncurkan pada acara Mercedes-Benz Weekend Test Drive di Hutan Kota Senayan, Jakarta, 7 Februari 2019. 

    President Director Michelin Indonesia, Fritz Mueller mengatakan, kerja sama dengan Mercedes-Benz pada Weekend Test Drive merupakan komitmen perusahaan dalam mewujudkan konsep Perfection in Safety di segala aspek, terutama aspek keselamatan dan pengalaman berkendara terbaik di kelasnya. 

    “Kami bangga dapat menjadi bagian penting dari sebuah perusahaan mobil terkemuka dunia seperti Mercedes-Benz melalui kolaborasi acara di Indonesia. Michelin akan terus menghadirkan produk yang didukung oleh teknologi terdepan untuk memastikan keselamatan dan performa berkendara yang optimal,” ujar Fritz dalam keterangan resmi 20 Februari 2019.

    Baca: Michelin - Chandra Asri Resmikan Pabrik Karet Sintetis di Cilegon

    Fritz menambahkan, Michelin Primacy 3 ZP merupakan salah satu ban premium berkualitas tinggi yang dirancang khusus bagi kendaraan penumpang yang menggunakan ban OEM Zero Pressure Tyre, seperti sebagian mobil keluaran Mercedes Benz. 

    Ban Michelin Primacy 3 ZP memiliki keunggulan pengendalian optimal, baik di lintasan basah maupun kering. Teknologi Michelin ZP, menjadikan kendaraan tetap dapat melaju hingga 80 kilometer per jam saat terjadi pecah ban meski telah kehilangan semua tekanan udara.

    Baca: Michelin Deklarasikan 10 Golden Rules Keselamatan Berkendara

    Primacy 3 ZP yang baru dipatenkan ini dilengkapi dengan pola tapak khusus, sehingga dapat mengoptimalkan cengkeraman pada permukaan jalan basah dan kering serta memberikan jarak pengereman yang lebih pendek. Kombinasi ini memberikan keunggulan daya handling optimal, daya cengkeram, serta ketahanan sesuai standar dan spesifikasi Mercedes Benz.

    “Seluruh ban yang digunakan sebagai ban standar kendaraan Mercedes-Benz Indonesia ditujukan untuk menunjang performa mobil penumpang keluaran Mercedes Benz. Dengan tren pertumbuhan penjualan berkapasitas 1.500 cc ke atas yang terus meningkat, kami optimistis kerja sama ini akan mendorong peningkatan kebutuhan konsumen terhadap ban yang memiliki tingkat keamanan dan performa tertinggi,” ujar Fritz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.