Ini Alasan Ban Motor Trail Memiliki Ukuran Berbeda

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor trail KTM 500 EX. Sumber: topspeed.com

    Motor trail KTM 500 EX. Sumber: topspeed.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepeda motor trail memiliki ban ukuran berbeda antara ban depan dan ban belakang. Ban depan menggunakan ukuran lebih besar ketimbang diameter ban belakang sebagai cara untuk menahan guncangan saat melintasi jalanan bergelombang.

    Baca: Dunlop Luncurkan Ban Khusus Motor Trail, Cocok untuk Harian

    Ibnu Baskoro dari Departemen Training Sales PT Sumi Rubber Indonesia menjelaskan bahwa ukuran lingkar ban depan yang lebih besar dapat meredam kejut, sedangkan ban belakang didesain lebih kecil berfungsi membantu kelincahan motor saat berbelok. "Jadi filosofi (sepeda motor) offroad itu ban depan memang lebih besar sebab untuk meredam kejutnya adalah dari ban depan. Sedangkan ban belakang membantu saat belok," kata Ibnu, Jumat 22 Februari 2019.

    Ia juga menjelaskan bahwa jarak main suspensi depan pada motor trail didesain lebih panjang untuk mengakomodir ukuran roda yang besar. Kombinasi ukuran itu diklaim turut menunjang kestabilan bermanuver saat sepeda motor melibas jalanan offroad yang bergelobang bahkan curam.

    "Dengan travel shock depan yang lebih panjang dibandingkan motor onroad, tentu membutuhkan diameter roda yang lebih besar. Itu juga supaya melibas (jalan) lebih mudah. Sedangkan motor biasa ukuran depan dan belakang umumnya sama karena sudut kemiringannya saat menikung berbeda dengan motor trail," dia menambahkan.

    Baca: Tip Menaikkan Ukuran Roda Motor Matik yang Dimodif Jadi Trail

    Sebagai informasi, motor petualang memang memiliki ukuran ban depan-belakang yang berbeda. Honda CRF 150L menggunakan ukuran 21 pada depan dan ukuran 18 pada belakang. Adapun Kawasaki KLX 150 memakai ukuran 19 pada depan dan 16 pada belakang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.