Renault Kwid Terbaru Akan Masuk Indonesia, Transmisi Otomatis?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Renault Kwid facelift 2019 (Motor1)

    Renault Kwid facelift 2019 (Motor1)

    TEMPO.CO, Jakarta - Maxindo Renault Indonesia (MRI) menyatakan tetap menjual model Renault Kwid, bahkan sedang menyiapkan pembaruan dari kendaraan bermesin 1.000cc 3 silinder itu. 

    Davy J Tuilan selaku COO PT Maxindo Renault Indonesia mengatakan model Kwid terbaru akan diberikan improvement sesuai selera konsumen di Indonesia. Namun ia belum memastikan apakah perubahan itu hanya berstatus minor, facelift atau model baru.
     
    "Kwid yang nanti dimasukan betul-betul dari Maxindo, dan akan ada improve," kata Davy di dealer Maxindo Mobil Indonesia Pluit, Jakarta, Minggu, 24 Februari 2019.

    Baca: Renault Kwid 2019 Bocor di Internet, Ini Penampakannya
     

    "Kwid itu produk yang sangat bagus. Itu keren banget. Nanti akan ditentukan apakah termasuk facelift, minor change apa new model," ujar Davy.

    Renault Kwid facelift 2019 (Motor1)
     

    Pria yang pernah menukangi Suzuki dan Nissan Indonesia itu menyadari bahwa salah satu tantangan dalam memasarkan Kwid adalah belum adanya versi transmisi automatic, padahal konsumen perkotaan menyukai transmisi tersebut.

    Baca: Renault MPV Saingan Toyota Avanza Segera Meluncur

     
    "Paling sederhana, tantangannya Kwid belum ada transmisi otomatis, padahal selera lokal di kota besar suka mobil yang matic. Jadi kalau mau sesuai kami harus punya yang matic," kata dia kepada pewarta sebelum pembukaan dealer itu.
     
    Untuk itu, demi menyesuaikan dengan selera konsumen, Maxindo selaku pemegang merek Renault di Indonesia ingin menampilkan produk yang berbeda.
     
    "Dasarnya, semua produk (Renault) yang dijual di Indonesia saat bersama kami tidak akan sama. Apa yang kami bawa memang sama, tapi detailnya akan berbeda," kata dia.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.