Sensasi Menjajal Migo e-Bike, Bisa Ngebut hingga 45 Km/Jam

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata sepeda listrik Migo di Migo Station JK10116 di kawasan Setiabudi, Jakarta, Kamis 7 Februari 2019. Migo menawarkan layanan sewa sepeda listrik berbasis aplikasi untuk masyarakat perkotaan yang hemat, mudah diakses dan ramah lingkungan, yang disewakan dengan tarif Rp3.000 per 30 menit. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Pekerja menata sepeda listrik Migo di Migo Station JK10116 di kawasan Setiabudi, Jakarta, Kamis 7 Februari 2019. Migo menawarkan layanan sewa sepeda listrik berbasis aplikasi untuk masyarakat perkotaan yang hemat, mudah diakses dan ramah lingkungan, yang disewakan dengan tarif Rp3.000 per 30 menit. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepeda listrik Migo e-Bike belakangan ini sering terlihat berseliweran di jalan. Tempo mencoba menyewa Migo e-Bike untuk mengetahui bagaimana sensasi mengendarai sepeda listrik ini dengan menyewa di salah satu Migo station Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Senin, 25 Februari 2019.

    Saat mengendarai sepeda listrik ini, dari segi kenyamanan cukup baik karena jok dan suspensi cukup empuk. Namun pengendara dengan tinggi badan 170 sentimeter kaki agak menekuk, karena jarak jok dengan pijakan kaki terbilang rendah, tapi tidak masalah untuk perjalanan dekat.

    Torsinya lumayan galak di putaran bawah, top speed atau kecepatan puncak yang bisa digeber bisa mencapai 45 kilometer per jam. Karena berpenggerak motor listrik, jadi sepeda ini sangat senyap alias tidak memiliki suara.

    Baca: Begini Cara Sewa Sepeda Listrik Dengan Aplikasi Migo e-Bike

    Fitur-fiturnya sudah cukup lengkap seperti kendaraan roda dua pada umumnya, mulai lampu depan, sein, klakson. Tampilan speedometer menunjukkan kecepatan dan indikator baterai yang sudah digital. Selain itu mengisi daya smartphone sangat praktis karena sudah tersedia socket USB. 

    Bagian pengereman sudah sangat aman karena dilengkapi cakram, jadi tidak perlu khawatir rem tidak pakem. Untuk menghentikan sepeda listrik ini tidak ada kesulitan.

    Sepeda listrik Migo e-Bike. 25 Februari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    Untuk menyewa Migo e-Bike, pertama pengguna harus mengunduh aplikasi Migo e-Bike melalui Google Play atau App Store. Kemudian masuk dalam aplikasi dengan memasukkan nomor handphone yang aktif karena akan dikirimkan kode verifikasi melalui sms dan untuk login.

    Setelah masuk dalam aplikasi, akan ada tahap registrasi dengan mengunggah foto KTP dan selfie dengan KTP. Lalu, pengguna harus memasukkan data pribadi sesuai dengan KTP. "Jika berhasil, pengguna mendapatkan saldo sebesar Rp 20 ribu yang dapat dilihat pada bagian dompet aplikasi," ujar Rama, petugas Migo Station Duren Tiga, Jakarta Selatan kepada Tempo pada Senin, 25 Februari 2019.

    Baca: Sepeda Listrik Migo e-Bike Dirilis di Jakarta, Ini Kelebihannya

    Setelah itu, pengguna tinggal mencari stastion Migo e-Bike terdekat, maps akan menunjukkan station terdekat. Jika ingin menyewa, klik pinjam dan akan muncul nomor e-Bike dan bisa langsung scan QR Code dibagian belakang Migo e-bike, maka otomatis akan menyala serta bisa digunakan.

    Jika ingin mampir ke suatu tempat, ada mode parkir sementara, di aplikasi terdapat simbol kunci untuk mengunci melalui scan. Tujuannya untuk menghindari adanya kehilangan, secara otomatis sistem motor dan mesin mati.

    Kalau ingin melanjutkan, tinggal scan kembali dengan mengetuk buka kunci, maka otomatis bisa kembali dikendarai untuk melanjutkan perjalanan.

    Pengembaliannya, pengguna hanya mencari stastion Migo e-Bike terdekat. Tekan tombol return atau pengembalian di station maka petugas akan membantu pengembalian serta akan keluar tarif perjalanannya.

    Pembayaran bisa bayar tunai atau saldo Migo e-Bike yang bisa di top up. Tarifnya Rp 3 ribu per 30 menit, kalau lewat dari 30 menit, misalnya 45 menit akan dihitung 60 menit dengan tarif Rp 6 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.