Pelarangan Penggunaan GPS Ponsel Dongkrak Penjualan Audio Mobil?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior mobil Renault Kwid yang dipamerkan dalam acara Caikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, 14 Agustus 2017. Mobil Renault Kwid memiliki semacam head unit plus touch screen dengan koneksi iPod, spidometer digital. TEMPO/Fajar Januarta

    Interior mobil Renault Kwid yang dipamerkan dalam acara Caikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, 14 Agustus 2017. Mobil Renault Kwid memiliki semacam head unit plus touch screen dengan koneksi iPod, spidometer digital. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan peranti audio video mobil berbasis android mengalami peningkatan selama 6 bulan terakhir di sentra suku cadang dan perlengkapan otomotif Atrium, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pedagang audio mobil di Atrium Senen Arif Murahman mengatakan segmen pengemudi taksi berbasis daring juga berkontribusi terhadap tingginya penjualan head unit android.

    Baca: Polisi Razia Penggunaan GPS Ponsel Pekan Ini, Awas Kena Denda

    "Semakin tegasnya polisi dalam menilang pengguna telepon pintar sebagai petunjuk arah saat berkendara membuat banyak kalangan pengemudi taksi online membeli head unit android," kata Arif kepada Antara, Senin 25 Februari 2019

    Seperti halnya telepon pintar, lanjut dia, head unit android bisa digunakan untuk mencari lokasi dengan fitur global positioning system (GPS) sekaligus menghubungi orang lain baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Sebelumnya, polisi menyatakan akan memberikan sanksi tilang kepada pengemudi yang masih menggunakan GPS ponsel dengan alasan bisa mengganggu konsetrasi berkendara sedangkan GPS bawaan mobil masih diperbolehkan.

    Dia mengatakan, saat ini produk-produk head unit android yang ada di pasaran berasal impor dari Cina. "Tidak menutup kemungkinan, produk dari negara lain masuk ke Indonesia mengingat tren penjualan yang positif ini," kata Arif.

    Pedagang audio mobil di Toko Perdana Audio, Charles Marpaung mengungkapkan penjualannya bisa mencapai empat unit per pekan padahal pada September 2018, penjualan head unit android rata-rata mencapai dua unit per pekan.

    Simak: Penggunaan GPS Ponsel Tidak Akan Ditilang, Asalkan...

    "Pembeli head unit android meningkat hampir 100 persen sejak awal kemunculannya di pasar nasional sejak September tahun lalu," kata Charles.

    Menurut dia, semakin banyak orang memilih perangkat hiburan layar sentuh model terbaru itu karena fitur-fitur yang ditawarkan lebih bervariasi dan mudah diakses. "Dengan head unit android konsumen seperti mengoperasikan telepon pintar mereka," kata Charles.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.