Tips Sebelum Membeli Mobil Mewah Bekas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian TDA Luxury Toys, dealer penjual supercar second di Jakarta, Selasa, 26/02/2019. (Gooto/Wisnu)

    Peresmian TDA Luxury Toys, dealer penjual supercar second di Jakarta, Selasa, 26/02/2019. (Gooto/Wisnu)

    TEMPO.CO, Jakarta - President Director TDA Luxury Toys, William Tjandra menjelaskan beberapa tips sebelum membeli supercar atau mobil mewah bekas. Menurutnya harus perhatikan apakah bekas tabrak atau banjir.

    "Bisa dilihat dari sasis, kalau bekas tabrak sasis bermasalah bahkan bisa sampai miring, dan ini sulit diperbaiki sehingga menyebabkan harga juga ikut hancur. Jadi mengenai keadaan mobil mesti dicek secara detail," ujarnya di Jakarta pada Selasa, 26 Februari 2019.

    Baca: Beli Supercar Bekas di TDA Luxury Toys Bisa Kredit

    Sering kejadian juga mobil yang sudah dibeli ternyata tak sesuai keinginan konsumen seperti bekas tabrakan, bekas banjir, kopling habis, dan seal bocor. Untuk mengetahui bekas banjir, lanjut dia, Biasanya pasti ada saja bagian mobil yang karatan dan kelistrikan biasanya juga bermasalah.

    Bahkan, menurutnya, penurunan harga kalau mobil bermasalah juga sangat anjlok, sekitar 40-50 persen dibandingkan mobil bekas yang sama dalam kondisi normal.

    Biayanya pun tidak sedikit untuk memperbaiki supercar yang mengalami kerusakan. Apalagi bekas tabrak atau banjir, biaya perbaikan bisa ratusan juta.

    Jadi, untuk menghindari hal itu, TDA Luxury Toys melakukan inspeksi di awal sebelum mobil masuk. Kalau bekas tabrakan showroom ini memilih tidak ambil, karena berapa kali sempat kejadian ada mobil bekas tabrakan.

    Simak: Plat Mobil di Negara Bagian Australia Ini, Pakai Emoji Unik

    "Sebenarnya kalau tabrakan itu kan macam-macam ya, yang paling tidak dianjurkan itu kalau mobil sasisnya kena, itu bisa problem ke mana-mana. Kalau minor bemper masih hal biasa," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.