Ini Biaya Servis Berkala Honda NSR 150

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah unit Honda NSR 150 SP menjalani perawatan rutin di Bengkel R26, Kawasan Depok, Jawa Barat. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Sebuah unit Honda NSR 150 SP menjalani perawatan rutin di Bengkel R26, Kawasan Depok, Jawa Barat. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.co, Jakarta - Meski Honda NSR 150 masuk dalam kategori motor tahun lama alias klasik, untuk perawatan tetap wajib dilakukan. Biaya servis berkalanya bisa sampai Rp 500 ribu.

    Seperti yang dikatakan pemilik bengkel R 26 Racing Depok, Ariz, katanya untuk jasanya saja Rp 50 ribu, namun harga tersebut di luar suku cadang. Artinya jika ada suku cadang yang harus diganti ada biaya tambahan lagi.

    Baca: Mengenang Pamor Honda NSR 150, Paling Canggih di Zamannya

    "Kalau servis berkala, servis ringan itu Rp 50 ribu. Paling untuk pergantian ya paling paking, kalau mesinnya nggak ada yang diganti," ujarnya kepada Tempo.co, di Depok, Selasa 26 Februari 2019.

    Untuk harga pakingnya sendiri kata Ariz ada dua pilihan, yang asli atau palsu (kw). Untuk yang asli berkisar Rp 150 ribu. Sedangkan yang kw hanya Rp 50 ribuan.

    "Kalau ori paking headnya itu bisa Rp 100-120 ribu, paking bloknya Rp 50 ribuan. Kalau kw-nya paling topsetnya paling tinggi Rp 50 ribu," katanya.

    Untuk oli lanjut Ariz mengatakan, sebaiknya pilih yang full sintetik, baik oli mesin maupun oli samping. Untuk harga oli mesin bisa sampai Rp 300 ribu. Sedangkan oli sampingnya beragam mulai dari Rp 180 ribu hingga Rp 350 ribu.

    "Kalau oli yang bagus Rp 180 - 300 ribu, yang Rp 300 ribu itu full sintetik. Oli samping ada 3 macam, kalau buat harian Rp 180 ribu sama Rp 270 ribu. Kalau buat balap  Rp 350 ribu," katanya.

    "Ya kalau ditotalin hampir Rp 500 ribuan," kata Ariz tentang biaya servis  Honda NSR 150.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.