Penjualan Sedan Lesu, Permintaan Toyota Camry Melonjak

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Toyota Camry resmi dipasarkan di Indonesia. 8 Januari 2019. Tempo/Wawan Priyanto

    All New Toyota Camry resmi dipasarkan di Indonesia. 8 Januari 2019. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Magelang - PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim permintaan All New Toyota Camry meningkat hampir 2 kali lipat tahun ini dibanding dengan tahun sebelumnya. Direktur Marketing TAM Anton Jimmy mengatakan bahwa permintaan Camry terbaru sejak diluncurkan pada 8 Januari 2019 mencapai 200 unit per bulan.

    Sebanyak 20 persen merupakan model hybrid. "Dua bulan pertama tahun ini total sekitar 400 unit," kata Anton di Magelang, Jawa Tengah, Rabu, 27 Februari 2019.

    Baca: Toyota Camry Terbaru Resmi Mengaspal di Indonesia

    Sepanjang tahun lalu, lanjut dia, penjualan Toyota Camry mencapai rata-rata 100 unit per bulan. Ia optimistis angka ini akan terus meningkat di tahun ini. Apalagi dengan rencana pemerintah untuk menerbitkan aturan tentang mobil ramah lingkungan dalam beberapa bulan ke depan.

    Toyota Camry terbaru ditawarkan dalam 3 varian yakni G 2.5L dengan harga Rp 613 juta, V 2.5L (Rp 645 juta), dan Camry Hybrid (Rp 806,6 juta). Harga tersebut berlaku on the road untuk wilayah DKI Jakarta.

    Presiden Direktur TAM Yoshihiro Nakata mengatakan bahwa kehadiran Camry terbaru merupakan komitmen Toyota untuk menghadirkan sedan premium bagi konsumen di Indonesia. "Kami berharap kehadiran Camry terbaru ini bisa mendorong pasar sedan di Indonesia," kata Nakata di sela-sela peluncuran di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

    Keunggulan itu antara lain mesin hybrid Camry terbaru memiliki power lebih tinggi 15,7 persen dibanding model sebelumnya.

    Kabin juga mengalami penyempurnaan dan pada saat AC dalam posisi menyapa, kabinnya lebih senyap 14 persen dari model terdahulu. 

    Selanjutnya adalah posisi baterai Toyota Camry terbaru terletak di bawah kursi baris ketiga dari sebelumnya berada di bagasi. "Penempatan baterai di bawah kursi ini menciptakan ruang bagasi yang lebih luas," kata Anton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.