Motor Jawa Perak Akan Diluncurkan di India Akhir Tahun 2019

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor Jawa Perak yang baru dirilis di India. Sumber: autocarindia.com

    Motor Jawa Perak yang baru dirilis di India. Sumber: autocarindia.com

    TEMP0.CO, New Delhi - Jawa Motorcycle segera meluncurkan salah satu motor andalannya Motor Jawa Perak berjenis Bobber pada akhir tahun ini ke pasar India. Sebelumnya pabrikan asal Ceko yang kini berpindah ke India telah lebih dulu merilis adik kandung Jawa Perak, yakni, Jawa dan Jawa 42, pada bulan November 2018 lalu.

    Baca: Motor Jawa Perak Varian Termahal, Model Bobber Mesin Bertenaga

    Jawa Perak Bobbers menggunakan mesin 334cc liquid-cooled-cylinder tunggal yang menghasilkan torsi hingga 30bhp dan 31Nm. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi enam percepatan dan memakai sistem short-cut twin-exhaust untuk pembuangan (knalpot).

    Adapun karakter yang menonjol dari Jawa Perak dengan Motor Jawa dan Jawa 42 adalah kursi tunggal. Varian Jawa Perak ini hanya bisa ditunggangi satu orang dengan model jok seperti sadel pada masa perang dulu.

    Jawa Perak juga memiliki subframe yang berbeda dan pengaturan suspensi di bagian belakang. Motor ini menggunakan monoshock dan fitur rem cakram di bagian belakang, tidak seperti dua model Jawa lainnya. Namun, apa yang masih harus dilihat adalah apakah itu akan menggunakan dual-channel ABS atau single channel.

    Berbeda dengan dua varian sebelumnya yakni, Jawa dan jawa 42. Kedua motor bobber ini bisa berboncengan.

    Baca: Motor Jawa Perak Akan Pakai Rem Cakram Belakang

    Jawa Perak akan menjadi pilihan di seluruh segmen sepeda motor satu silinder di India. Selain itu, estetika Jawa Perak ini bisa juga dijadikan alternatif bagi para peminat roda dua jenis bobber di seluruh dunia.

    DRIVESPARK | WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.