Ngebet Honda NSR? Simak Tip Ini Agar Tak Tertipu di Belakang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah unit Honda NSR 150 SP menjalani perawatan rutin di Bengkel R26, Kawasan Depok, Jawa Barat. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Sebuah unit Honda NSR 150 SP menjalani perawatan rutin di Bengkel R26, Kawasan Depok, Jawa Barat. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pecinta dan pemburu motor sport 2 tak Honda NSR masih ada dan cukup banyak sampai saat ini. Harga pasaran motor yang berhenti diproduksi tahun 2002 itu juga kian melambung karena selain menampilkan motor gagah juga karena kelangkaannya.

    Bagi kalangan yang masih awam terhadap motor yang mengusung kapasitas mesin 150 cc itu, perlu lebih berhati-hati dan mempertimbangkan banyak hal saat hendak membeli.

    Sebab tak begitu banyak bengkel yang bisa menangani NSR, selain spare partnya original barunya juga dinilai makin jarang tersedia di pasaran.

    Baca: Dilema Bengkel Honda NSR: Disukai Penghobi, Dimusuhi Makelar

    "Sebelum membeli sebaiknya pahami benar soal NSR, karena harganya juga tidak murah, seperti seri SP sudah ada yang membanderol Rp100 juta," ujar pendiri bengkel spesialis Honda NSR Yogyakarta, Kadal Balap, Seco Pulung Gono Selasa 26 Februari 2019.

    Sesepuh komunitas Jogja Cornering atau komunitas balap stadion Maguwoharjo Sleman itu pun memberikan tips jika hendak membeli Honda NSR agar tak tertipu belakangan.

    1. Ketahui kondisi kelistrikannya

    Honda NSR memiliki kekhasan dalam hal kelistrikannya yang diwujudkan dalam bentuk chip RC Valve. Komponen RC Valve ini perannya sangat vital sebagai pemicu penggerak motor itu. Sayangnya RC Valve ini rentan rusak dan tak bisa dikanibal dengan spare part milik seri motor lain. Kalaupun ada yang menjual baru hargnya bisa sangat mahal di rentang Rp 2-4 juta tergantung seri NSR itu. Pulung dengan bengkelnya sendiri memilih membuang bagian RC Valve ini karena jika sekali rusak akan merembet ke komponen lain.

    2. Kenali Rekam Jejak Motor

    Pulung menyarankan saat membeli NSR jangan terburu-buru. Menurutnya penting bagi pembeli tahu rekam jejak motor yang akan dibelinya. Sudah pernah ganti komponen apa saja dan apa keluhan motor itu yang sekiranya masih mampu ditangani. Pulung mengakui banyak menangani kasus NSR pelanggannya yang tiba tiba mati mesin usai beberapa hari dipakai. Matinya mesin NSR pelanggannya rata-rata karena pembakarannya dalam mesin tak sempurna.

    Baca: Mengenang Pamor Honda NSR 150, Paling Canggih di Zamannya

    3. Tak Sungkan Minta Garansi

    Pulung mengatakan dengan tingginya harga Honda NSR di pasaran saat ini dan resiko yang dihadapi, sudah sewajarnya calon pembeli mendapatkan garansi dari penjual. "Terutama garansi kelistrikannya, karena itu yang terpenting," ujarnya. Pulung mengatakan jangan sampai muncul kejadian baru membeli motor itu namun dalam rentang waktu sangar pendek sudah terjadi kerusakan. Pulung pun menyarankan pembeli minta garansi mesin setidaknya satu bulan kepada penjual.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.