Tol Trans Jawa Diprediksi Naikkan Kredit Mobil 10 Persen

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung mengamati mobil-mobil buatan Honda di pameran mobil di Beijing, Cina (25/7). Cina melampaui Amerika Serikat sebagai pasar mobil terbesar di dunia. Foto: AP/Elizabeth Dalziel

    Sejumlah pengunjung mengamati mobil-mobil buatan Honda di pameran mobil di Beijing, Cina (25/7). Cina melampaui Amerika Serikat sebagai pasar mobil terbesar di dunia. Foto: AP/Elizabeth Dalziel

    TEMPO.CO, Bandung - Pembangunan ruas Tol Trans-Jawa berimbas pada peningkatan pertumbuhan mobil dan perekonomian daerah sehingga bisa memicu pertumbuhan kredit mobil sampai 10 persen pada 2019. 

    Direktur Utama  Mandiri Tunas Finance (MTF), Arya Suprihadi di Surabaya,  Minggu, 3 Maret 2019, mengatakan, operasional sejumlah ruas jalan tol baru mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan karena faktor kemudahan akses jalan.

    Baca juga: Januari 2019 Penjualan Mobil Turun

    "Oleh karena itu, kami optimistis dengan pertumbuhan pembiayaan kendaraan sebesar 10 persen tahun ini, apalagi menurut Gaikindo 70 persen hingga 80 persen pembelian mobil menggunakan kredit," kata Arya di sela kegiatan roadshow MTF.

    Arya mengatakan, rasa optimisme itu juga dibarengi dengan penguatan kerja sama yang dilakukan MTF dengan berbagai pihak seperti Bank Mandiri, diler, showroom dan berbagai merek mobil.

    Oleh karena itu, selama kegiatan road show tim MTF juga menyempatkan singgah ke kantor cabang Bank Mandiri dan beberapa agen penjualan mobil.

    "Kerja sama dengan mereka sekarang memang sudah terjalin, namun akan ditingkatkan supaya ada peningkatan market share dan penetrasi pasar yang lebih cepat," katanya.

    Selain itu, MTF juga bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk pembiayaan kendaraan dengan sistem syariah melalui produk BSM Oto.

    "Tahun 2017, penyaluran kredit mobil BSM Oto sebesar Rp212 miliar dan 2018 naik mencapai Rp1,4 triliun. Dan untuk 2019 diprediksi mencapai Rp2 triliun."

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.