TMMIN Tambah Negara Tujuan Ekspor All New Toyota Rush

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Rush resmi meluncur pada Kamis, 23 November 2017 di kawasan Jakarta Selatan. Sejak peluncurannya, Rush ikut jadi penopang penjualan Toyota setelah Avanza dan Calya. Penjualan Toyota Rush 49.650 unit sepanjang tahun 2018 hingga November. TEMPO/Tony Hartawan

    Toyota Rush resmi meluncur pada Kamis, 23 November 2017 di kawasan Jakarta Selatan. Sejak peluncurannya, Rush ikut jadi penopang penjualan Toyota setelah Avanza dan Calya. Penjualan Toyota Rush 49.650 unit sepanjang tahun 2018 hingga November. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akan terus menambah jumlah negara tujuan ekspor low sport utility vehicle (LSUV) all new Toyota Rush secara utuh sepanjang tahun ini.

    Sebelumnya, pada 2018 negara tujuan ekspor kendaraan tersebut bertambah signifikan. 

    Director Administration, Corporate, & External Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan pihaknya akan menambah tujuan ekspor all new Rush ke beberapa negara di wilayah Afrika Tengah dan Amerika Tengah. 

    Terkait dengan negara-negara baru yang akan menjadi tujuan ekspor all new Rush, dia menuturkan tidak bisa memberitahukannya. 

    “Jumlah kecil untuk negara-negara Afrika Tengah dan Amerika Tengah,” kata Bob kepada Bisnis di Semarang.

    Baca: Penjualan All New Toyota Rush Ungguli Honda HR-V, Terios Mepet

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah negara tujuan ekspor kendaraan all new Toyota Rush mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun lalu. 

    Sepanjang 2018, berdasar data Gaikindo, all new Rush diekspor ke 63 negara atau mengalami pertumbuhan sebanyak 62 negara dibandingkan periode Januari—Desember 2017, yakni hanya Malaysia. 

    Dengan tujuan negara ekspor yang mengalami peningkatan signifikan, Rush memberikan kontribusi terbanyak ketiga dari total kendaraan merek Toyota sepanjang tahun lalu. 

    TMMIN mencatat, ekspor CBU Rush sebanyak 34.100 unit sepanjang tahun lalu, dan membuatnya berada di bawah ekspor kendaraan SUV Toyota Fortuner dan LMPV Toyota Avanza yang masing-masing tercatat sebanyak 52.600 unit dan 35.300 unit. 

    Sebelumnya, Bob mengungkapkan, penambahan jumlah negara tujuan ekspor Rush sebagai salah satu upaya perusahaan memperbesar pengapalan dari Indonesia. 

    Bom menyebutkan salah satu komitmen Toyota di dalam negeri adalah terus mencari jalan guna memperbesar pengapalan dari Indonesia baik dari sisi volume maupun negara tujuan agar bisa berkontribusi terhadap Indonesia. 

    “Penambahan negara tujuan ekspor Rush merupakan salah satu implementasi dari upaya ini,” kata Bob. 

    Baca: Ini Penyebab Ekspor All New Toyota Rush Melonjak Signifikan

    Bob menambahkan, perusahaan menambah pengapalan Rush ke negara-negara baru juga karena ada permintaan akan kendaraan tipe All New Toyota Rush. 

    Dalam siaran pers TMMIN, Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengungkapkan, pihaknya memroyeksikan kinerja ekspor CBU kendaraan bermerek Toyota mengalami peningkatan lebih dari 5 persen sepanjang 2019. 

    Perusahaan, lanjut Warih, masih terus melakukan studi-studi untuk mempelajari destinasi ekspor baru, termasuk ke Australia. 

    Pada saat yang sama, perusahaan akan berupaya tetap fokus dalam menjaga kestabilan kinerja ekspor di negara-negara baru tujuan ekspansi pada 2018. 

    Warih menambahkan, kondisi ekonomi makro dunia merupakan tantangan tersendiri bagi kinerja ekspor otomotif dalam negeri.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.