Mercedes-Benz G-Class Punya Rem Otomatis, Simak Kinerjanya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem keamanan canggih Mercedes-Benz G-Class mampu menghindari risiko tabrakan terhadap pejalan kaki. (YouTube/Mercedes-Benz)

    Sistem keamanan canggih Mercedes-Benz G-Class mampu menghindari risiko tabrakan terhadap pejalan kaki. (YouTube/Mercedes-Benz)

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk mengurangi risiko buruk dari kecelakaan, pabrikan mobil kian gencar meningkatkan sistem keamanan pra-tabrakan. Mercedes-Benz G-Class misalnya, SUV dengan kisaran harga Rp5,6 miliar ini dilengkapi dengan sistem keamanan canggih untuk meminimalisir risiko tabrakan.

    Dalam video berdurasi 2 menit 28 detik yang diunggah Mercedes-Benz Maybach Fans pada 26 Februari 2019 di Youtube memperlihatkan bagaimana system avoided crash atau perangkat keselamatan untuk mencegah tabrakan Mercedes Benz G-Class bekerja dalam berbagai situasi.

    Baca: Mercedes-AMG S65 Edisi Terakhir Akan Hadir di Geneva Motor Show

    Sistem pengereman otomatis itu disebut Autonomous Emergency Braking (AEB). Untuk situasi pengereman mendadak saat berhadapan dengan objek atau mobil yang berhenti maka sistem AEB maksimal bisa bekerja jika kecepatan maksimum G-Class di bawah 50 kilometer per jam.

    Simak videonya: 

    Sedangkan untuk situasi menghindari objek mobil yang sedang bergerak di depan, sistem AEB dapat bekerja dengan baik jika G-Class berjalan dengan kecepatan maksimum 65 kilometer per jam.

    Kemudian untuk situasi menghindari pejalan kaki, AEB G-Class dapat maksimal bila kecepatan maksimum beradapada angka 40 kilometer per jam sampai 60 kilometer per jam. Begitupun untuk situasi menghindari pengendara sepeda di jalan raya secara mendadak.

    Baca: Mercedes-AMG G 63 Dipasarkan di Indonesia Maret 2019, Harganya?

    Selain dilengkapi sistem AEB yang canggih, Mercedes-Benz G-Class juga memiliki perangkat Lane Support System atau radar yang bekerja untuk menjauhkan mobil secara otomatis dari garis tengah/pinggir jalan raya.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.