Wuling Almaz Akan Diekspor, Ini Penjelasan Bos WMI

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz saat peluncurkan di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Rabu 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling Almaz saat peluncurkan di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Rabu 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Bogor - Setelah fokus bermain di pasar mobil Multi Purpose Vehicle (MPV), Wuling Motors Indonesia akhirnya ikut meramaikan pasar Sport Utility Vehicle (SUV) dengan meluncurkan Wuling Almaz, produk buatan lokal, di pabriknya, di Cikarang, Bekasi. Lantas akankah Almaz diekspor?

    Menanggapi hal tersebut, Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, mengatakan bahwa ada niatan Wuling mengirim Almaz buatan Cikarang itu ke luar negeri.

    Simak: Lawan Honda CR-V, Selisih Harga Wuling Almaz Capai Rp 60 Juta

    "Adalah rencana ekspor," ujarnya kepada wartawan, di Bogor, Rabu 6 Maret 2019.

    Sayangnya Dian masih belum bisa menginformasikan lebih detil terkait rencana ekspor tersebut. Menurutnya, ekspor mobil buatan lokal mereka merupakan bukti keseriusan Wuling di Indonesia.

    "Kalau ngomong tujuan jangka panjang pasti kita maunuya ekspor lah ya. Dan itu kan sebenarnya wujud (bukti) pada saat datang ke Indonesia dulu ngomongnya ekspor," katanya.

    Simak: Video Wuling Almaz First Impressions: Bukan SUV Murahan

    Namun meski ada rencana ekspor, ia menyebut, Wuling butuh waktu untuk memastikan produk apa yang bakal dikirim, serta negara mana saja yang bakal jadi sasarannya.

    "Tapi kan kita butuh waktu, produk apa yg mau diekspor dan negara mana tujuan ekspor. Butuh riset yg lebih dalam lagi. Kami lagi on progress tapi untuk saat ini kami masih fokus Indonesia," lanjut Dian.

    Rencana tersebut bukan sekedar wacana saja, sebab lanjut Dian mengatakan, Wuling sudah mulai melakukan riset untuk memastikan produk mana yang paling tepat untuk pasar luar negeri. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini untuk Indonesia.

    Baca: Wuling Almaz Punya Fitur Wah, Tak Kalah dari Mobil Jepang

    "Riset udah dong. Nanti ya kalau udah waktunya kita info. Kita masih observe mana yang paling pas. Kalau seandainya memang sudah waktunya, karena kita untuk ekspor butuh waktu tepat, negaranya yang mana, product-nya harus tepat, Jadi memang belum bisa disclose, karena kami masih fokus pasar Indonesia," tutupnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.