Kawasaki W175 Cafe Laris di Yogya, Jadi Tulang Punggung KMI

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasaki W175 Cafe mampu mendongkrak penjualan Kawasaki di Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Kawasaki W175 Cafe mampu mendongkrak penjualan Kawasaki di Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejak mulai mengaspal di Yogyakarta pada awal Februari 2019 lalu, peminat Kawasaki W175 khususnya type klasik Cafe yang merupakan pengembangan model dari varian sebelumnya yaitu Kawasaki W175 SE, tercatat cukup besar di pasaran. Varian terbaru dari W series aliran cafe yang merupakan salah satu modifikasi populer dari tahun 60-an yang terkenal dengan desainnya yang sporty dan elegan dan kental dengan image retro itu turut mendongkrak kontribusi penjualan Kawasaki di DIY, Kedu, dan Banyumas.

    Baca: Melihat Lebih Dekat Kawasaki W175 Street Tracker Milik Jokowi

    "Untuk penjualan Februari berhasil terjual 117 unit W175 untuk varian W175 SE dan Cafe, kalau ditambah periode Maret dari 1- 6 Maret 2019 ini sudah terjual 12 unit," ujar Satya Swandaru, Manager Marketing PT. Sumber Buana Motor area Yogya Kedu Banyumas kepada Tempo Kamis 7 Maret 2019.

    Penjualan W175 yang didukung seri Cafe itu pun membuat market share kelad motor retro 100 persen masih dipegang Kawasaki. "Karena belum ada produk lain dengan model retro saat ini selain W 175, jadi market share sepenuhnya masih terpegang," ujarnya.

    Penjualan W175 sejak didukung seri Cafe di DIY, Kedu, dan Banyumas pun menyumbang 40 persen dari total penjualan Kawasaki. Meski ada model retro klasik seperti misalnya Benelli yang memiliki Motobi 200 Evo, Satya menilai belum menjadi ancaman bagi W 175.

    Satya menuturkan ketertarikan konsumen pada seri W 175 diklaim karena design dan style motor ini yang merupakan orisinil buatan Jepang namun lekat dengan sentuhan ciri klasik. 

    Simak: Inilah 5 Perbedaan Kawasaki W175 CAFE Dibandingkan Model Standar

    "Respon terhadap W175 karena saat ini pasar mendambakan sepeda motor model retro tapi dengan mesin baru yang tentunya sangat mudah perawatannya serta suku cadang yang terjamin," ujarnya.

    Satya menuturkan respon pasar yang diperoleh Kawasaki W175 yang positif itu terutama juga dapat terlihat dari komunitas yang terbentuk. Tercatat dalam rentang waktu satu tahun produk itu diperkenalkan, ikut tumbuh subur komunitas Kawasaki W175 di Indonesia termasuk di Yogyakarta, Magelang, Purwokerto dan Cilacap. 
    "Kalau seluruh Indonesia ada lebih dari 200 komunitas W 175 saat ini," ujarnya.

    Satya menuturkan meski mengusung tema retro klasik, motor ini ternyata diminati segala kalangan. "Karena itulah dari Kawasaki Motor Indonesia akan terus melakukan pembaharuan pada W175, untuk semakin meramaikan kehadiran W175 di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

    Kawasaki W175 Cafe hadir dengan tampilan baru, dilengkapi dengan meter visor yang atraktif, dan mempertegas image Cafe Style. Warna meter visor di buat senada dengan warna body. Jok dengan pola tucked role yang dipadu dengan dua warna (coklat dan hitam) memberikan tampilan yang klasik dan elegan. Bagian belakang jok di bentuk lebih tebal sehingga memberikan efek siluet single seat coverkhas motor dengan aliran Cafe Style.  

    Baca: Modifikasi Kawasaki W175 Flat Tracker Ala Pabrikan, Ini Biayanya

    Spakbor belakang di buat lebih pendek dari versi sebelumnya untuk memberikan tampilan yang sporty dan memperkuat image Cafe Style. Warna chrome pada pelindung knalpot menambah sentuhan yang berkelas pada W175.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?