Begini Cara Toyota Sulawesi Merangkul Komunitas dan Konsumen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Pemilik Toyota Avanza Veloz, Velozity Chapter Lampung. (Istimewa)

    Komunitas Pemilik Toyota Avanza Veloz, Velozity Chapter Lampung. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Makassar - Kalla Automotif terus merangkul komunitas untuk masuk ke Toyota Owners Club (TOC) celebes. Itu dilakukan dengan rutin melakukan kegiatan-kegiatan salah satunya jambore daerah.

    Baca: Test Drive New Toyota Avanza: Kabin Lebih Senyap

    "Komunitas cenderung cukup mandiri, kita membantu saja berkumpul semua komunitas dibeberapa tempat termasuk di Jakarta," kata Chief Executief Officer (CEO) Kalla Automotif, Hariyadi Kaimuddin saat launching Toyota Owners Club Celebes di Makassar, Jumat 8 Maret 2019.

    Apalagi, kata dia, dalam komunitas itu juga kerap ada terobosan dan masukan soal aktivitas apa yang akan dilakukan. "Jadi sambil jalan ada masukan dari mereka (komunitas) juga," ucap Hariyadi.

    "Lobi kita ke konsumen juga lebih kuat dibandingkan sales. Misalnya komunitas ajak temannya atau keluarganya maka bisa lebih meyakinkan," ia melanjutkan.

    Lebih lanjut Hariyadi mengungkapkan hingga kini ada 1.300 member dengan jumlah komunitas 22 TOC. Perkumpulan itu terbentuk hasil dari kumpul teman-teman pecinta otomotif toyota. "Kalau mereka ngumpul nongkrong kan bisa ajak konsumen juga ajak keluarganya," tambahnya. "Daya tawar kita bisa lebih baik, mereka bisa langsung berinteraksi."

    Simak: Render Toyota 86 Akan Lebih Sporty Dibandingkan Supra Baru

    Ketua Toyota Owners Club Celebes, Zulfikar Abidin menambahkan TOC ini merupakan wadah komunitas di wilayah Sulawesi. Yang saat ini sudah memiliki 22 komunitas. "Ada satu lagi rencana gabung, jadi nanti ada 23 komunitas," tutur Zulfikar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.