Pelumas Shell Gali Ide dan Inovasi Baru ke 4 Universitas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksanaan kegiatan Shell Think Efficiency 2018 di ITS. Dok Shell

    Pelaksanaan kegiatan Shell Think Efficiency 2018 di ITS. Dok Shell

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Shell Indonesia bekerjasama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) mengawali rangkaian kegiatan Think Efficiency 2019 dengan menggelar Expert Connect Campus Roadshow 2019 pada tanggal 11-16 Maret 2019 di empat universitas di Indonesia. Kegiatan yang terbuka untuk umum dan akan diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini merupakan bagian dari kampanye ‘Shell untuk Indonesia’, dan menjadi ajang dialog untuk topik-topik seputar energi dan tribologi.

    Baca: Shell Terapkan Strategi Buka Pengisian Baterai di Luar SPLU

    Andreas Pradhana, VP Marketing Shell Lubricants Indonesia, mengatakan, Shell adalah perusahaan energi terintegrasi yang memiliki komitmen untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan energi melalui cara-cara yang bertanggung jawab secara ekonomi, lingkungan dan sosial. Dalam upaya tersebut, Shell secara aktif melakukan terobosan dan menjalin kerja esama dengan banyak pihak, termasuk dengan kalangan industri dan akademisi. "Kegiatan Expert Connect Campus Roadshow dan Think Efficiency 2019 merupakan wujud kontribusi Shell Indonesia untuk turut mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, dan bersama-sama, mencari inovasi-inovasi sebagai solusi untuk mengatasi tantangan energi di masa depan,” katanya dalam keterangan tertulis.

    Adapun materi yang disajikan dalam rangkaian Expert Connect Campus Roadshow merupakan perpaduan antara topik “Energy and a Changing Profession: What Future will We Choose?” yang akan dipresentasikan oleh Desti Alkano, Ph.D., topik “Research & Development and Innovation in Lubricants Business” yang akan dibawakan oleh perwakilan Shell Indonesia, serta materi-materi lain dalam lingkup energi dan tribologi yang akan dipaparkan oleh para ahli di masing-masing universitas.

    Rangkaian Expert Connect Campus Roadshow akan dimulai di UI pada tanggal 11 Maret 2019 dengan menghadirkan Ir. Chairul Hudaya, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM yang akan membawakan materi “Energi berkelanjutan di Era Industri 4.0”. Kemudian, Expert Connect akan hadir di ITB pada tanggal 13 Maret 2019 dengan pembicara Dr. Ing. Tri Yuswidjajanto, perwakilan tribologist Teknik Mesin ITB, dengan materi “Optimasi Faktor Gesek untuk Meningkatkan Efisiensi Konversi Energi”

    Pada tanggal 15 Maret 2019, Kepala Pusat Studi Energi dan Dosen Teknik Mesin UGM Dr. Deendarlianto, S.T., M.Eng. akan membawakan materi “Menumbuhkan Semangat Inovasi di Bidang Energi bagi Generasi Muda di Era Revolusi Industri 4.0” dalam kegiatan Expert Connect di UGM. Sebagai penutup, dalam acara Expert Connect di ITS tanggal 16 Maret 2019, Kasubdit Direktor Inovasi, Kerja sama, dan Kealumnian ITS Dr. Surya Sumpeno, S.T., M.Sc. akan membawakan materi “Revolusi Industri 4.0: Mixed Reality, Virtual Reality, & Internet of Things”.

    Baca: Tingkatkan Layanan, Shell Hadirkan Fasilitas Baru untuk Pelanggan

    Tim Repgy (Recycled Panel Eco Energy) dari ITS yang merupakan juara dari kompetisi energi dan tribologi Think Efficiency 2018 juga akan menjadi salah satu pengisi acara di ITS. Tim yang beranggotakan empat orang, yaitu Bagas Pramana sebagai ketua penelitian, Reza Aulia, Rafif Nova dan M Afif ini akan menularkan semangat inovasi kepada rekan-rekannya di ITS melalui materi “Teaming Up for Innovation”.

    Shell Expert Connect Campus Roadshow 2019 ini juga merupakan ajang pembuka untuk kegiatan kompetisi inovasi energi dan tribologi Think Efficiency 2019. Kompetisi yang diselenggarakan Shell Indonesia bekerjasama dengan Ecadin ini bertujuan untuk mendorong hadirnya inovasi-inovasi di bidang energi dan tribologi dari seluruh negeri. Ide-ide inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi, ekonomi, sekaligus menginspirasi banyak anak muda Indonesia lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.