Dua Pembalap Yamaha Finish 10 Besar Race 1 ARRC 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aldi Satya Mahendra (13 tahun) beraksi di race 1 kategori Underbone 150 (UB150) Asia Road Racing Championship putaran pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, 9 Maret 2019. (Yamaha)

    Aldi Satya Mahendra (13 tahun) beraksi di race 1 kategori Underbone 150 (UB150) Asia Road Racing Championship putaran pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, 9 Maret 2019. (Yamaha)

    TEMPO.CO, Jakarta - Duet pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) dalam Pertarungan race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu 9 Maret 2019 menunjukan tren positif, dengan Yamaha YZF-R25 sebagai tunggangannya.

    Faerozi sukses menembus posisi lima besar, setelah sebelumnya berada di posisi delapan dari hasil kualifikasi. Ia mengaku, awal start berjalan mulus, namun ditikungan terakhir pada lap awal ada lawan yang melaju cepat dan melakukan pengereman mendadak.

    “Pada awal start, saya langsung melaju ke depan. Saya masuk di tikungan pertama (R1) dalam racing line yang tepat sambil menjaga RPM mesin hingga dalam momen keluar bisa optimal. Sayangnya di last corner pada lap awal, ada rider yang melaju cepat namun melakukan pengereman mendadak hingga akhirnya posisi saya terkunci," ujar Faeroz, dalam keterangan resminya, Minggu 10 Maret 2019.

    Baca: Pembalap Astra Honda Dominasi Podium ARRC, Kawasaki Kedua

    "Ini yang membuat 4 rider di depan memiliki jarak. Tetapi, saya terus fokus dan alhamdulillah dapat finish ke-5. Race pertama ini sebagai gambaran untuk persiapan race ke-2, semoga bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujarnya.

    Kemudian rekan satu tim Faerozi, Anggi Setiawan start dari grid posisi ke-15. Mengawali awal start cukup bagus masuk ke barisan tengah. Namun pada tikungan kedua saat lap awal, Anggi terhalang oleh dua pembalap yang terjatuh sehingga racing linenya harus melebar dan harus membuka throttle dari awal dan akhirnya berjarak dengan barisan depan.

    Pembalap asal Palu, Sulawesi Tengah ini, akhirnya mampu finish ke-13.

    “Pada lap awal selepas start, saya sudah baik namun di tikungan ke-2 ada 2 rider yang terjatuh dan saya terbawa untuk keluar dari line. Ini yang membuat posisi saya melorot ke belakang dan lepas dari rombongan depan. Namun saya rasakan motor sudah lebih baik dan hasil race pertama ini akan menjadi gambaran buat race ke-2 besok untuk bisa lebih baik,” tukas Anggi Setiawan.

    Selain itu, di kategori Underbone 150 (UB150), Aldi Satya Mahendra, pembalap belia usia 13 tahun, membuktikan potensinya. Superkid asal Yogyakarta yang mengusung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) ini terbukti dapat bertarung di barisan depan dan di sesi superpole bisa meraih di posisi ke-3.

    Aldi satya yang juga adik kandung dari pembalap WorldSSP300 Galang Hendra Pratama sempat berada di posisi ke-2, bahkan sempat pula memimpin jalannya race. Namun jelang finish, Aldi Satya dalam posisi terjepit di antara pembalap Malaysia dan Filipina, ditambah juga terhalang oleh rider Malaysia yang terjatuh di tikungan terakhir sehingga harus melakukan pengereman.

    Pada akhirnya, Aldi Satya yang membesut Yamaha MX King finish ke-7. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan patut diapresiasi karena ARRC 2019 adalah tahun pertama Aldi Satya berkompetisi di level Internasional.

    Baca: Galang Hendra Pratama Pimpin Tim Balap Yamaha Indonesia 2019

    “Saya melakukan start cukup bagus karena dapat langsung berada di depan. Dalam balapan ini, saya belajar membaca situasi untuk tetap rileks. Mulai dari lap awal sampai akhir, saya dapat berada di rombongan pertama. Tetapi, sayangnya sebelum cornering akhir, keluar dari turn 14 di trek lurus, saya terus dipepet ke arah luar dan kehilangan momen untuk masuk lebih awal di last corner. Juga di depan ada yang mengalami crash dan saya sempat berhenti. Tetapi, Alhamdulillah masih bisa finish di urutan ke-7. Ini pelajaran bagi saya untuk kedepannya dan saya akan coba kembali di race ke-2,” kada Aldi Satya.

    Sedangkan rekan satu tim Aldi Satya di YRI, yaitu Wahyu Nugroho mengalami kendala pada motornya saat mau keluar pit-out sehingga harus start dari posisi belakang. Padahal hasil superpole Wahyu bisa berada di posisi ke-8. Pada lap awal, Wahyu Nugroho dapat merangsek di posisi 10 besar. Hasil akhir, Wahyu Nugroho yang juga masih belia 16 tahun, finish ke-13.

    “Saya tetap bersyukur masih bisa mengikuti race, saat mau balapan. Motor saya ada kendala pada bagian damper chain. Pada akhirnya saya start di posisi paling terakhir. Padahal hasil superpole saya cukup baik berada di posisi ke-8. Saya tetap senang dengan hasil akhir ini, saya bisa laju ke depan dari posisi ke-35 sampai finish menjadi posisi ke-13. Race 2 akan saya coba lebih baik lagi,” terang Wahyu Nugroho.

    Race 2 akan dilaksanakan pada hari Minggu (10 Maret 2019), kelas UB150 akan berlangsung pada pukul 13:10 waktu Sepang, Malaysia dan AP250 pada pukul 13:55.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.