Inilah Penyebab Riset Wuling Almaz Singkat Hanya Setahun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz saat diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling Almaz saat diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Setelah lama bermain di segmen mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) Wuling Motors Indonesia (WMI) akhirnya meluncurkan Sport Utility Vehicle (SUV) Wuling Almaz.

    Mobil yang pertama kali bersolek dalam bentuk prototipe pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 itu, disebut hanya butuh waktu satu tahun dalam pengembangannya.

    Baca: Setelah Luncurkan Almaz, Wuling Siapkan Jagoan Baru?

    Product Planing WMI, Danang Wiratmoto mengatakan normalnya untuk pengembangan produk dibutuhkan waktu dua sampai tiga tahun. Namun untuk Wuling Almaz hanya satu tahun.

    "Untuk di Indonesia ini bisa kita ambil contoh Almaz. Almaz ini pertama kali diperkenalkan 2018. Sebenarnya itu sudah dimulai rencana memasukan produk itu. Tapi pengembangan paling cepat, satu tahun," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Kamis 7 Maret 2019.

    "Tapi biasanya kalau secara normal bisa sampai dua atau tiga tahun," tambah Danang.

    Juga beda halnya dengan dengan pengembangan untuk penyegaran atau facelift. Danang menyebut untuk facelift jangka waktunya tidak mudah untuk ditentukan karena ada beberapa pertimbangan.

    Simak: Wuling Almaz Akan Diekspor, Ini Penjelasan Bos WMI

    "Tergantung. Kalau kami melihat selalu yang pertama feedback dari konsumen. Jadi konsumen sudah mempunyai testimoni atau feedback untuk produk kami, kita pasti akan melakukan evaluasi dari segi produk," sebutnya.

    "Jadi kalau ditanya jangka waktu facelift berapa lama, itu tergantung, bisa cepat atau lama," ujar Danang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.