Canggih, Toyota Camry Pakai Teknologi Antimaling Gas Air Mata

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Camry Hybrid kini pakai teknologi antimaling. Sumber: carscoops.com

    Toyota Camry Hybrid kini pakai teknologi antimaling. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaToyota telah mengajukan paten untuk sistem dispenser parfum mobil untuk memberikan kenyamanan penumpang sekaligus teknologi anti pencurian. Paten, yang diterbitkan pada pekan lalu tersebut, berfokus pada mendeteksi pengguna kendaraan dan menyemprotkan aroma favorit mereka di seluruh kabin.

    Baca: Alasan Transmover Tidak Berganti Model Toyota Avanza Baru

    Sistem akan bekerja dengan mendeteksi telepon pengemudi atau penumpang dan menyemprotkan aroma pilihan mereka terlebih dahulu. Sistem juga akan menghilangkan bau mobil ketika mereka meninggalkan kendaraan.

    Namun, bukan aspek dari sistem ini yang paling menarik perhatian. Dalam penjelasan paten bahwa jika mobil mendeteksi upaya menghidupkan mesin secara paksa, gas air mata dapat disemprotkan ke kabin untuk menghentikan aksi pencurian untuk membawa kabur kendaraan.

    Pabrikan mobil lain menawarkan berbagai aroma menyenangkan yang dapat dipilih penumpang, tetapi sistem yang dijelaskan dalam paten ini tampaknya menjadi pabrikan pertama kali yang menggunakan sistem antimaling dengan parfum.

    Memiliki kendaraan yang mengeluarkan aroma yang menyenangkan di seluruh interior setiap kali Anda duduk di belakang kemudi terdengar luar biasa. Bagaimana jika sistem itu menyemburkan gas air mata ketika pemilik mobil menghidupkan mesin? Bagaimana jika gas air mata dilepaskan secara tidak sengaja saat kecelakaan?

    Simak: Melongok Kemewahan Toyota Land Cruiser Prado 2019

    Tentu saja, Toyota telah menguji teknologi ini dengan serangkaian pengujian yang valid. Teknologi ini kemungkinan akan digunakan pada mobil terbarunya, seperti Toyota Camry Hybrid.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.