Sokon Diminta Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes RI untuk Cina Djauhari Oratmangun (dua kanan) foto bersama jajaran pimpinan Hebei Kuma Hydraulic Machinery Co Ltd, perusahaan onderdil patungan Indonesia-Cina di Provinsi Hebei. Sumber: antara

    Dubes RI untuk Cina Djauhari Oratmangun (dua kanan) foto bersama jajaran pimpinan Hebei Kuma Hydraulic Machinery Co Ltd, perusahaan onderdil patungan Indonesia-Cina di Provinsi Hebei. Sumber: antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun mendorong perusahaan otomotif yang berbasis di Kota Chongqing Sokon Group mengembangkan mobil listrik di Indonesia.

    "Kita tahu Sokon Group sudah memasuki pasar otomotif kita dengan brand DSFK. Perusahaan itu juga memproduksi mobil listrik ramah lingkungan. Kita ingin DFSK juga mengadopsi teknologi itu," katanya kepada Antara di Beijing, Kamis, 14 Maret 2019.

    Ia menyebutkan Sokon merupakan salah satu dari delapan perusahaan asal Chongqing yang berinvestasi di Indonesia.

    Total investasi dari kota yang dibelah Sungai Yangtze tersebut sampai saat ini telah mencapai 7,78 miliar RMB atau sekitar Rp16,5 triliun.

    "Tentu saja investasi dari Chongqing ini telah menciptakan lapangan kerja baru bagi warga kita di Indonesia," ujar Dubes.

    Baca: Serbu Pasar Indonesia, Nissan Tunggu Kebijakan Mobil Listrik

    Sementara itu, anggota Kongres Rakyat Cina dari Kota Chongqing Liu Xuepu berharap kerja sama ekonomi dengan Indonesia bisa ditingkatkan lagi.

    "Meskipun secara statistik hubungan Indonesia dan Kota Chongqing sangat baik, masih banyak ruang kerja sama yang dapat lebih dikembangkan lagi, seperti teknologi komunikasi dan informasi, perdagangan dan ekonomi, industri pintar, pendidikan, pertukaran budaya, dan pariwisata," katanya.

    Pada tahun 2018, Kota Chongqing telah berkontribusi mengirimkan 60 ribu wisatawan ke Indonesia, sedangkan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke kota di wilayah baratdaya Cina itu sekitar 30 ribu orang.

    Dari Kota Chongqing terdapat penerbangan carter yang mengangkut wisatawan menuju Bali dan Manado, Sulawesi Utara.

    Di kota itu juga terdapat pelabuhan kontainer sungai terbesar di Cina yang ditunjang dengan model transportasi terintegrasi untuk memudahkan arus barang dari Asia Tenggara, Korea Selatan, Jerman, dan Inggris.

    Baca: Begini Sistem Satu Pedal Mengendalikan Mobil Listrik Nissan LEAF

    Pada 2018 pertumbuhan ekonomi Kota Chongqing sangat pesat, yakni mencapai 15,9 persen, padahal pertumbuhan ekonomi nasional Cina hanya 6,6 persen.

    Sebelumnya Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mendorong perusahaan di Cina turut membantu mempercepat realisasi program kendaraan listrik nasional di Indonesia.

    "Kami ke sini punya misi khusus bahwa Indonesia berniat menguatkan program kendaraan bermotor listrik," ujarnya di Beijing pada 23 Januari 2019.

    Ia bersama lima pimpinan komisi dan fraksi DPR telah bertemu dengan parlemen Cina yang dipimpin Wakil Ketua Wakil Ketua Dewan Penasihat Komite Nasional (Legislatif) Li Bin.

    Menurut dia, pada tahun ini program sepeda motor listrik sudah bisa diimplementasikan, tinggal mobil listrik yang diperkirakan mulai 2025. 

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.