Ini Dia SUV Terbesar di Dunia, Panjangnya 10 Meter!

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SUV terbesar di dunia milik Sheikh Hamad bin Hamdan Al Nahyan, from Abu Dhabi, UAE. (Rushlane/YouTube)

    SUV terbesar di dunia milik Sheikh Hamad bin Hamdan Al Nahyan, from Abu Dhabi, UAE. (Rushlane/YouTube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Syekh Hamad Bin Hamdan Al Nahyan kembali membuat heboh pencinta otomotif. Anggota kerajaan Uni Emirat Arab ini membuat mobil SUV raksasa dengan 10 roda berukuran jumbo. SUV modifikasi ektrem ini memiliki bobot sekitar 24 ton.

    Mobil ini menggunakan bodi utama dan mesin Caterpillar 15,2 liter, 6 silinder dari truk militer M1075 buatan Oshkosh. Sementara untuk kabin pengemudi dan penumpang menggunakan Jeep Wrangler.

    Baca: Suzuki Jimny 6x6: Strong dan Garang di Jalur Offroad

    Tinggi mobil ini mencapai 3,2 meter, lebar 2,5 meter dan panjang sekitar 10,8 meter. Syekh Hamad, memberi nama 'Dhabiyan' kepada SUV raksasa tersebut.

    Simak videonya:

    Dari segi tampilan, Dhabiyan masih mempertahankan bumper depan truk Oshkosh M1075 buatan 1940 tersebut. Namun untuk lampu utama,Dhabiyan menggunakan lampu pickup Ford Super Duty. Sementara untuk bumper belakang, truk ini menggunakan bumper sedan Dodge Dart.

    Dhabiyan hanyalah salah satu dari koleksi kendaraan eksklusif dan mahal yang dimiliki oleh Syekh Hamad bin Hamdan Al Nahyan yang disimpan di Emirates National Auto Museum. Ia adalah salah satu anggota keluarga dari penguasa di Abu Dhabi yang dikenal hobi menggelontorkan duit banyak demi sebuah mobil spesial.

    Baca: Sangar! Si Mungil Suzuki Jimny Diubah Menjadi Monster Truck

    Syekh Hamad bahkan pernah mendapat julukan 'Rainbow Sheikh', karena suatu waktu pernah meminta Mercedes-Benz untuk dibuatkan S-Class dengan warna pelangi. Syekh Hamad melakukan itu untuk merayakan hari pernikahannya.

    RUSHLANE | WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.