Test Drive Nissan LEAF: Enteng Melibas Perbukitan, Baterai Irit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Leaf dipastikan masuk Indonesia tahun 2020. (Nissan)

    Nissan Leaf dipastikan masuk Indonesia tahun 2020. (Nissan)

    TEMPO.CO, Hong Kong - Nissan Asia dan Pasific Co Ltd mengundang sejumlah media massa dari berbagai negara di regional tersebut untuk menguji kemampuan New Nissan LEAF di daerah perkotaan dan perbukitan Hong Kong, pekan lalu. Mereka menggelar rute sepanjang 41,8 kilometer yang berisi jalur macet kota pelabuhan, Hung Hom Bay; tunnel panjang yang menghubungkan Pulau Kowloon dan Pulau Hong Kong; serta wilayah perbukitan curam di Victoria Peak.

    Tempo pun turut dalam kegiatan uji kemudi mobil listrik yang memiliki kapasitas baterai 40 kilowatthour tersebut. Rute berawal dan berakhir di Hotel Kerry, Hung Hom. Tempo menyelesaikan rute yang disiapkan panitia itu dalam kurun waktu 75 menit.

    Baca: Kata Bos Mitsubishi Soal Kehadiran All New Nissan Livina

    “Masih sisa daya 91 persen,” kata Tempo kepada Panitia Nissan Futures 2019 usai uji kemudi, pekan lalu.

    Tempo tak mengalami kesulitan saat mengemudikan Nissan LEAF di tengah kota Hong Kong yang saat itu cukup padat di sejumlah jalur bottle neck. Pada D-Mode atau Normal, daya sensitifitas rem Nissan LEAF cukup memudahkan pengemudi mengatur jarak selama antrian jalan.

    Hal ini semakin dipermudah dengan sejumlah sensor yang ditanam pada mobil listrik tersebut. Sensor ini mengaktifkan notifikasi yang dikirim ke layar di depan kemudi saat ada kendaraan yang melakukan manuver mengambil jalur dari seluruh sisi mobil.

    Rute dilanjutkan ke terowongan panjang yang menghubungkan Pulau Kowloon dan Pulau Hong Kong. Selama berada di terowongan tersebut, sistem elektronik Nissan LEAF masih berfungsi dengan baik. Mobil ini juga langsung mengaktifkan lampu secara otomatis sejak masuk ke dalam terowongan yang cukup gelap.

    Baca: Meski Kembar, Nissan Livina Tak Mau Disamakan dengan Xpander

    Perjalanan bertambah sulit saat menyusuri daerah perbukitan di Victoria Peak. Wilayah tersebut terdiri dari jalur-jalur dengan sudut kelok yang tajam. Rutenya pun terbilang ramai dengan kendaraan-kendaraan yang memacu kecepatan 40-50 kilometer per jam. Beberapa sisi rute tersebut juga tengah mengalami perbaikan sehingga banyak titik macet akibat penerapan sementara jalur satu arah.

    Dengan B-Mode, pengemudi dibantu dengan sistem rem secara berkelanjutan. Nissan LEAF berhasil menaklukan beberapa belokan curam dengan tetap berada di jalurnya. Pengemudi pun tak terganggu saat manuver belok yang tinggi. Bentuk jok kursi dan tubuh mobil membuat pengemudi tetap berada di posisinya selama berbelok.

    Akan tetapi, ada beberapa catatan bagi pengemudi saat menunggangi mobil yang menggunakan teknologi Nissan Intelegence Mobility. Tingkat sensitifitas gas yang tinggi harus disadari karena mobil ini memiliki sistem rem yang tak langsung hentak berhenti.

    Baca: All New Nissan Livina Berpotensi untuk Ekspor

    Selain itu, pemilihan mode kemudi menjadi kunci penting untuk menghitung daya listrik yang digunakan dalam sebuah perjalanan. Hal ini merujuk pada sistem teknologi mobil yang seluruhnya membutuhkan energi listrik. Penggunaan secara maksimal namun tak tepat guna akan menguras daya selama perjalanan.

    “Tapi kalau hanya untuk perjalanan di dalam kota yang tak jauh-jauh, daya pasti sangat cukup. Terutama jika rutin melakukan pengisian daya ketika mobil tak digunakan,” kata Regional Senior Vice President Nissan Asia dan Oceania, Yutaka Sanada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.