Skema PPnBM Akan Berubah, Wuling: Kami Punya Produk Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling memperkenalkan mobil listrik E100 di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling memperkenalkan mobil listrik E100 di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Motors mendukung rencana pengubahan skema pajak kendaraan mewah atau PPnnBM. Wuling menyatakan di negara asalnya yakni Cina sudah memiliki jajaran produk yang cukup lengkap, termasuk produk mobil listrik.

    Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung aturan baru terkait PPnBM karena semua aturan disusun dengan tujuan baik.

    Baca: Februari 2019 Wuling Almaz Terjual 568 Unit, Honda CR-V 543 Unit

    “Kami siap mendukung aturan baru PPnBM dan terus mengkaji apakah aturan tersebut akan berpengaruh pada harga produk kami. Alasannya, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan harga,” ujarnya di Bandung, Minggu 17 Maret 2019.

    Kesiapan Wuling menyambut aturan atau skema baru PPnBM disinyalir lantaran mereka sudah memiliki produk kendaraan listrik yang terimbas skema tersebut.

    “Di Cina, line up Wuling cukup lengkap, bahkan kami punya mobil elektrik. Kapan di bawa ke Indonesia-nya masih belum bisa saya sampaikan sekarang. Kami masih fokus pada empat produk yang kini ada dan pengembangan diler. Namun, kemungkinan itu masih ada,” ujarnya.

    Simak: Pajak Mobil LCGC Akan Naik 3 Persen, Ini Kata Suzuki Indonesia

    Seperti diketahui sebelumnya, pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Wuling menjadi salah satu pabrikan yang mengenalkan produk listriknya yakni Wuling E100. Namun, apakah model tersebut adalah kendaraan listrik yang dimaksud, pihak Wuling masih merahasiakannya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.