Tak Hanya Alat, Toyota Sedang Siapkan Kurikulum SMK Siap Kerja

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berpose dalam peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, 15 Januari 2019. PT Toyota - Astra Motor (TAM) meluncurkan New Avanza dan New Veloz yang diharapkan mampu mengikuti kesuksesan pendahulunya. TEMPO/Fardi Bestar

    Seorang model berpose dalam peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, 15 Januari 2019. PT Toyota - Astra Motor (TAM) meluncurkan New Avanza dan New Veloz yang diharapkan mampu mengikuti kesuksesan pendahulunya. TEMPO/Fardi Bestar

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Indonesia menyumbang mobil dan mesin masing-masing 5 unit kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam upaya mendukung program pemerintah dalam mengembangkan kompetensi SDM, 

    Sumbangan yang diberikan Toyota Indonesia itu, diberikan untuk alat bantu praktikum pendidikan kepada 5 SMK binaan Toyota dalam serangkaian program pendidikan vokasi industri dari Kemenperin di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.

    Baca: 10 Mobil Terlaris di Indonesia Februari 2019, Avanza Teratas

    Selain itu, Toyota juga memberikan kontribusinya kepada para pengajar melalui penyerahan simbolik sertifikasi “Peningkatan Profesionalitas Guru” kepada 30 guru dari 6 SMK yang menjadi sekolah binaan Toyota di Jawa Barat.

    “Selain dalam bentuk fasilitas berupa hibah alat peraga pendidikan, Toyota juga turut aktif dalam revitalisasi program vokasi pendidikan dengan memberikan pelatihan bersertifikasi bagi para pengajar dan kelas budaya industri. Kedepannya, pengembangan kurikulum akan menjadi fokus kami,” ujar Bob Azam Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mewakili Manajemen Toyota Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin 18 Maret 2019.

    Menurut dia, kurikulum yang saat ini tersedia di Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) akan dikembangkan untuk bisa diadopsi oleh SMK. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan mendapatkan pembekalan keterampilan yang kekinian sehingga dapat langsung diserap oleh dunia kerja

    Acara tersebut dihadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dirjen Industri ILMATE (Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, & Elektronika) Harjanto, dan Jajaran Manajemen Toyota Indonesia.

    Pengembangan vokasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0 menjadi perhatian khusus Pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan SDM berkualitas dalam mencapai industri dalam negeri yang berdaya saing tinggi.

    Baca: Sedan Datsun 280ZX 1983 Seperti Baru, Dijual Murah Setara Avanza

    Sinergi yang kuat antara Pemerintah dan pelaku industri dianggap menjadi kunci penting dalam program pendidikan vokasi ini. Pasalnya, para stakeholder yang terlibat dalam program vokasi pendidikan dapat membantu percepatan terciptanya ekosistem yang mendukung pembentukan SDM berkualitas melalui penyediaan fasilitas-fasilitas pelatihan yang mempuni.

    Tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia selama hampir 5 dekade, Toyota semakin menancapkan konsistensi dan komitmennya dalam perkembangan industri otomotif melalui berbagai rangkaian kegiatan CSR di bidang pendidikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.