Dibanderol Rp 156 Juta, Datsun Go+ Panca CVT Incar Konsumen Muda

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Datsun GO+ Panca kini dilengkapi transmisi CVT. (Datsun)

    Datsun GO+ Panca kini dilengkapi transmisi CVT. (Datsun)

    TEMPO.CO, MedanDatsun Indonesia resmi meluncurkan Datsun Go+ Panca CVT di Medan. Harga varian terbaru dari seri Panca tersebut dibanderol mulai harga 156.900.000 (on the road Medan).

    Peluncuran Datsun Go+ Panca CVT ditandai dengan pameran yang berlangsung di Atrium Plaza Medan Fair, Medan mulai Selasa, 19 Maret 2019 hingga Minggu, 24 Maret 2019.

    Baca: Alasan Datsun Go Masih Jadi Primadona Dibanding Tipe Lain

    “Harga on the road di Medan mulai 156 juta 900 ribu rupiah. Kami mengundang masyarakat Kota Medan untuk dapat melihat langsung dari produk terbaru kami ini,” ujar Head of Datsun Indonesia, Masato Nakamura di Medan.

    Masato mengatakan jika Datsun Go+ Panca CVT terbagi dalam 3 seri. Yaitu, All New Datsun GO+ Panca A CVT, All New Datsun GO+ Panca T CVT dan All New Datsun GO+ Panca T Style CVT.

    Setiap pelanggan yang membeli Datsun Go+ Panca CVT juga akan mendapatkan manfaat dari program “Datsun Sigap”. Diantaranya meliputi gratis biaya jasa untuk pemakaian hingga 50 ribu kilometer atau 4 tahun pemakaian.

    Melalui harga yang kompetitif, Datsun Go+ Panca CVT menyasar segmentasi masyarakat berjiwa muda. “Mobil ini kita tujukan kepada orang-orang berjiwa muda. Makanya selain interior dengan teknologi terbaru, sisi eksterior juga kita sesuaikan dengan tren saat ini,” sambung Masato.

    Baca: Sisi Minor Change Datsun Jadi Kekuatan Jaga Segmen Pasar

    Melalui teknologi X-Tronic CVT yang disematkan, produk terbaru ini akan melaju dengan akselerasi yang halus, torsi yang lebih kuat dan hemat bahan bakar. Kemudahan tersebut dinilai Datsun dengan masyarakat berjiwa muda, khususnya bagi yang beraktifitas ditengah-tengah kota.

    Masato menjanjikan terus menawarkan inovasi terbaru pada setiap produk yang dikeluarkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.