Sedan Baru Honda Tampil Garang dengan Gril yang Lebar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Envix. Sumber: indianautosblog.com

    Honda Envix. Sumber: indianautosblog.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Honda meluncurkan sedan baru dengan tampilan sporty dengan mesin yang kecil yaitu Sedan Envix. Sedan baru Honda ini dipasarkan di Cina lewat kerjasama patungan. Hal ini dilakukan Honda untuk memperluas pasar di Cina.

    Baca: Honda City 2020: Model Mirip Accord Mesin Pakai Turbo

    Sementara Honda Crider, memiliki tampilan yang mirip Envix dijual oleh perusahaan patungan Guanqi Honda, Honda Envix adalah produk Dongfeng Honda. Honda Envix memiliki gril depan yang berbeda, bumper lebih agresif, velg sporty dan lekukan yang sporty. Desain interiornya sama. Namun, jok yang digunakan di kedua mobil berbeda.

    Honda Envix memiliki panjang 4.756 mm, lebar 1.804 mm dan tinggi 1.509 mm. Memiliki jarak sumbu roda 2.730 mm. Dimensi ini sama dengan dimensi Honda Crider. Di bawah kap adalah P10A5 1.0-liter sama mesin bensin tiga silinder turbocharged yang mengembangkan 122 PS dan torsi 173 Nm, terkait dengan transmisi manual 6-speed atau transmisi matik.

    Seperti Honda Crider, Honda Envix menggunakan mesin bensin tiga silinder 1.0 liter turbocharged P10A5 yang mengembangkan torsi 122 PS dan torsi 173 Nm.Baca Juga: Tentang strategi model kembar Honda yang unik untuk City, HR-V & Odyssey di Cina.

    Simak: Dilema Bengkel Honda NSR: Disukai Penghobi, Dimusuhi Makelar

    Honda Envix akan hadir dengan fitur-fitur seperti lampu LED, velg dual-tone, lampu rem LED, ducktail spoiler, rem parkir elektrik dengan fungsi penahan otomatis, sistem infotainment layar sentuh besar dan pelapis kulit. Honda hingga kini belum merilis harga model baru. Harga Honda Crider mulai dari 998,000 yuan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.