Yamaha Nmax Terbaru Masuk Daftar NJKB, Siap Meluncur?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha NMAX 155 Model 2018 (Dok. Yamaha)

    Yamaha NMAX 155 Model 2018 (Dok. Yamaha)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak kehadirannya pertama kali pada empat tahun lalu, skuter gambot Yamaha Nmax belum dipoles banyak oleh Yamaha. Saat ini beredar isu Yamaha akan meluncurkan Nmax dengan terbaru akan meluncur.

    Dari pantauan dan informasi yang diterima Tempo, Yamaha Nmax terbaru sudah masuk dalam daftar Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), yang bisa dilihat di laman resmi samsat-pkb.jakarta.go.id.

    Baca: Yamaha India Sesumbar Gantikan Indonesia Jadi Basis Produksi 2024

    Yamaha Nmax terbaru dalam daftar tersebut ada nomor urutan 43 dengan kode SG56 A AT yang diperkirakan untuk model ABS dan urutan 44 dengan kode SG56 AT untuk model non ABS.

    Terkait nilai jual atau harga dalam daftar itu juga bisa dilihat. Untuk yang SG56 A AT (ABS) dibanderol Rp 23,9 juta, sedangkan SG56 AT (non ABS) Rp 21 juta.

    Baca: Garangnya Modif Yamaha Nmax Bermuka Ducati Panigale, Ini Biayanya

    Meski demikian hingga berita ini dibuat belum ada kepastian dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) selaku agen pemegang merek Yamaha di Indonesia. Meski sering kali disinggung soal Yamaha Nmax terbaru, YIMM belum memastikan kapan peluncurannya.

    Kehadiran Yamaha Nmax terbaru dinilai wajar untuk dinantikan. Mengingat sejak kehadirannya empat tahun lalu di pasar roda dua Indonesia, Yamaha Nmax belum dapat penyegaran yang signifikan.

    Baca: Sepeda Motor Rakitan Lokal Disukai Asing, Yamaha Laris Manis

    Yamaha hanya beberapa kali menampilkan pilihan warna baru untuk Nmax. Terakhir pada 2018 Yamaha hanya memoles Nmax dengan warna baru, suspensi belakang tabung dan desain speedometer baru. Sedangkan fitur fungsional seperti kunci keyless dan start stop system belum disematkan pada Yamaha Nmax.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.