Toyota Fortuner Diubah Jadi SUV Kompak, Tampilan Futuristik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Modifikasi Toyota Fortuner menjadi model coupe. Sumber: rushlane.com

    Modifikasi Toyota Fortuner menjadi model coupe. Sumber: rushlane.com

    TEMPO.CO, Jakarta - DC Eleron SUV, mobil edisi terbatas yang diluncurkan di India pada Delhi Auto Expo 2014. Pada saat itu, diluncurkan dengan harga Rs.35 lakh atau sekitar Rp 721 juta. Bos Desain DC, Dilip Chhabria, melakukan kustomisasi pada SUV ini dengan rancangan tak jauh beda. DC North East, yang berbasis di Guwahati di Assam, sedang mencari pembeli untuk mobil unik ini.

    Baca: Toyota Pelajari Jual Mobil Balap TRD versi Jalan Raya, Berminat?

    Modifikasi Toyota Fortuner menjadi model coupe.

    Menggunakan basis Toyota Fortuner generasi lawas, mobil tersebut dirancang dengan 2 pintu ini dan desain bodi berlapis khas dalam laburan warna two tone dengan bagian bawahnya mendapatkan bodi hitam sementara bagian atas dicat dengan warna oranye mengkilap. Lampu depan mobil sport bi xenon dengan DRL, grille depan besar dan velg 21 inci.

    Sesuai dengan standar Desain DC, interiornya diracik lagi dan dilengkapi dengan banyak pilihan kenyamanan dan kemudahan. Mereka menggunakan warna hitam dan cokelat dengan tempat duduk kulit mendapatkan pola berlian. Penggunaan kulit dipakai dalam interior.

    Modifikasi Toyota Fortuner menjadi model coupe. Sumber: rushlane.com

    Dari setir hingga tombol dasbor, semuanya memiliki nuansa kulit. Instrumen mengandalkan analog namun ada dukungan Apple iPad seperti layar di tengah dalam gambar. Ada empat ventilasi AC besar di depan, area penyimpanan besar dan panel pintu kayu.

    Baca: Ekspor Toyota Naik 4 Persen, Fortuner dan Avanza Jadi Andalan

    Toyota Fortuner yang berbasis DC Eleron kemungkinan mengandalkan mesin diesel 3.0 liter yang sama pada Toyota Fortuner.

    RUSHLANE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.