Nolan Luncurkan Helm Penjelajah N702 X dan GT, Simak Harganya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helm penjelajah Nolan N702 X

    Helm penjelajah Nolan N702 X

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Prakarsa Abadi Sentosa (PAS) selaku distributor helm Nolan di Indonesia meluncurkan dua helm ON/OFF Crossover yaitu N702 X dan GT.

    N702 X ON/OFF Crossover disebut General Manager PAS Avant Tjen merupakan helm Supermoto pertama yang Chinguard-nya dapat di lepas. Meski dapat dilepas, helm tersebut sudah melalui proses homologasi.

    Baca: RSV Helmet Rilis Helm Orca untuk Pehobi Motor Trail

    "Semua model baik dengan Chinguard ataupun tidak sudah melalui Homologasi Pertaturan yang berlaku," ujar Avant dalam keterangan resminya, Kamis 28 Maret 2019.

    Sedangkan N702 GT Road Crossover merupakan generasi penerus dari Nolan N44 Series, yang merupakan helm Cross Over pertama di dunia. 
    N702 X dan GT memakai Visor yang lebar untuk Pandangan yang lebih luas untuk kenyamanan dan keselamatan.

    "Terdapat beberapa teknologi pada helm tersebut technology VPS (Visor Protection Sysrtem) / Double Visor dan Ready For Pinlock, serta inner padding Clima Comfort dan Neckroll yang bisa di adjustable serta washable dengan design yang di kombinasikan dengan AirBooster Technology." 

    Fitur lainnya terdapat pula penguncian dengan system Microlock dan kalau kalian riding dengan group pastinya membutuh- kan Intercom. N702 X dan GT sudah ada N Com Plug N Play tinggal pasang.

    Baca: Teknologi Baru Helm Ini Bisa Selamatkan Nyawa Lebih Banyak

    Dengan 25 Pilihan warna yang terbagi dari 5 Segment Grandes Alpes, Bella Vista, HI-Visibilty, Classic Dan Special. untuk N702 X dan GT memiliki 2 shell luar Size XXS-M dan L-XXL. Kedua helm dibanderol mulai dari Rp 3,8 juta – Rp 5,4 juta (tergantung pilihan warna). Produk akan masuk dan tersedia pada bulan April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.