Jaket Motor Ixon Pakai Teknologi Airbag, Pengendara Lebih Aman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaket motor Ixon dengan perlindungan airbag.Sumber: motorcyclenews.com

    Jaket motor Ixon dengan perlindungan airbag.Sumber: motorcyclenews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen apparel sepeda motor asal Prancis, Ixon telah merancang jaket dengan sistem airbag yang dapat melindungi penggunanya. Jaket ini menggadopsi sistem kendali "In&box" yang menganalisis gerakan pengendara motor 1.000 kali per detik dan menggunakan serangkaian algoritma untuk mendeteksi pengendara jatuh.

    Baca: Helm Berpendingin AC dengan Berat 1,4 Kilogram, Simak Harganya

    Otak ini dibangun menjadi pelindung belakang yang disetujui oleh CE bersama dengan tabung inflasi yang bekerja secara nirkabel dengan daya tahan baterai 20 jam. Udara terkompresi 12 liter yang terkonsentrasi di sekitar area yang rawan cedera mulai leher, tulang belakang, tulang selangka, rongga dada dan perut.

    Meskipun baru di pasaran, sistem serupa telah diuji secara ekstensif di lintasan selama 3 tahun di MotoGP, balap ketahanan dan balap Prancis. Jaket ini dibanderol sekitar £ 380 atau sekitar Rp 7 juta dengan otak yang harganya sama namun pelanggan memiliki opsi untuk menyewa unit In & box daripada membelinya langsung, dengan harga sekitar £ 10 atau Rp 185 ribu per bulan.

    Baca: Inilah Helm Masa Depan Bisa Tampilkan Informasi Mirip Robocop

    Langganan ini memberikan akses ke beberapa fitur tambahan, termasuk akses ke semua pembaruan dan optimisasi algoritma dan garansi tak terbatas. Terlebih lagi, jika Anda hanya mengendarai enam bulan dalam setahun, Anda dapat membatalkan langganan kapan saja dan mengembalikan unit 'otak' ke Ixon dan kemudian memulai kembali ketika Anda ingin mengendarai motor lagi.

    MCN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.