Bagi Pecinta Kopi, Alat Ini Cocok Dibawa saat Berkendara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin Handxpresso. Sumber: carscoops.com

    Mesin Handxpresso. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda suka minum kopi saat bepergian, maka mesin Handpresso Seat adalah perlengkapan yang cocok dimiliki. Perusahaan Spanyol Seat menawarkan mesin espresso portable sebagai aksesori di dealer.

    Baca: Suzuki Wagon R Works Tampil Model Racing Tak Kalah dari Swift

    Dengan harga jual hanya sebesar £ 185 atau sekitar Rp 3,4 juta, Handpresso dikatakan cocok dengan dua cangkir yang ditemukan di antara kursi depan di kendaraan baru merek tersebut. Didukung oleh colokan 12 volt, alat ini mampu menghasilkan 50 ml espresso panas dalam waktu kurang dari 3 menit.

    Seat memperkirakan bahwa dengan biaya operasional tahunan sebesar £ 405 atau sekitar Rp 7,5 juta, mesin espresso portabel dapat menghemat pengendara Inggris hingga £ 1.800 per tahun. Tak hanya uang, alat ini akan menghemat lebih dari 1 setengah jam setiap dua belas bulan, yang merupakan waktu rata-rata yang dihabiskan di kedai kopi. Fitur ini hadir dengan dua gelas, sehingga pengguna tidak perlu membuang cangkir kopi yang bisa dibawa pulang, sehingga membantu lingkungan tetap hijau.

    Handpresso dapat digunakan dengan pod kopi yang disertakan dengan mesin atau sachet isi ulang. Muncul dalam kemasan yang cerdas, dengan tas jinjing, serta ruang untuk bijih kopi atau kopi bubuk, bumbu, sendok dan serbet. Kapan pun itu tidak digunakan, alat itu dapat disimpan ke dalam kotak sarung tangan.

    Baca: Seva.id Jual Toyota Limo Diskon Rp 100 Juta, Ini Kata Pembelinya

    Seat menawarkan mesin espresso portabel dengan garansi 12 bulan dan masing-masing dilengkapi dengan 15 buah espresso.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.