Pemerintah Janjikan Aturan PPnBM Baru Tidak Bikin Mobil LCGC Mati

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses perakitan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/ LCGC) Daihatsu Sigra di pabrik Astra Daihatsu Motor di Karawang Timur, 24 Agustus 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    Proses perakitan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/ LCGC) Daihatsu Sigra di pabrik Astra Daihatsu Motor di Karawang Timur, 24 Agustus 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan wacana skema harmonisasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang sedang digodok, mobil Low Cost Green Car atau LCGC diproyeksi tidak akan di 'anak istimewakan' oleh pemerintah.

    Baca: Pasar LCGC Terus Menyusut, 3 Pabrikan Menaikkan Grade Mobilnya

    Hal tersebut dikarenakan program LCGC akan beralih ke Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Di mana dalam wacana tersebut pajak dikenakan berdasarkan emisi gas yang dibuang dari kendaraan. Sehingga produk LCGC yang masih menggunakan penggerak konvensional lama setelah aturan baru ini bakal dikenakan PPnBM 3 persen.

    Namun Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan sebenarnya wacana tersebut tidak berpengaruh pada mobil LCGC yang menurutnya masih bagian dari LCEV, yang mengharuskan penggunaan penggerak listrik dan sejenisnya. Intinya hanya pada emisi gas buang.

    "LCEV bagian dari LCGC, basisnya emisi. Prinsipnya emisi terendah dapat fasilitas paling tinggi. Emisi tinggi PPnBM tinggi," ujarnya kepada wartawan di Karawang beberapa waktu lalu.

    Simak: Suzuki: Pasar LCGC Masih Menarik

    Lanjut Airlangga mengatakan, jika digaris bawahai aturan LCEV yang berkaitan dengan mobil listrik (EV) bukan membuat mobil LCGC yang sudah ada di pasar mobil Indonesia terganggu. Yang penting mobil memenuhi syarat yang tercantum dalam aturan tersebut.

    "Jadi kalau bicara EV emisi paling rendah, tentu kalau kendaraan lebih dari 21 km per liter pasti dapat fasilitas. Jadi PP (peraturan pemerintah) ini akan mengganti PP yang sekarang," lanjutnya.

    Pada aturan PPnBM yang terbit pada 2013 lalu menetapkan produk yang masuk dalam program LCGC bebas pajak alias PPnBM nol persen. Sementara dalam wacana harmonisasi LCGC kena PPnBM sebesar 3 persen dengan syarat konsumsi bahan bakar 20 km per liter (bensin) atau 21,8 km per liter (diesel) dan emisi CO sebesar 120 gram per liter.

    Baca: Pajak Mobil LCGC Akan Naik 3 Persen, Ini Kata Suzuki Indonesia

    Sementara jenis kendaraan yang termasuk bagian LCEV, yaitu kelompok kendaraan Plug-in Hybrid, Electric Vehicle, dan Fuel Cell yang mendapat insentif PPnBM nol persen,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.