Kemenhub Dorong Bus Trans Jawa Bisa Saingi Kereta Api

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus United Tractors Scania Trans Jawa dalam peluncuran program #ScaniaTransJawa yang kini sudah digunakan dua perusahaan otobus. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Bus United Tractors Scania Trans Jawa dalam peluncuran program #ScaniaTransJawa yang kini sudah digunakan dua perusahaan otobus. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Yani Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan mendorong bus Trans Jawa mampu bersaing dengan angkutan kereta api. Ia menambahkan daya saing bus dengan adanya jalan tol Trans Jawa dari Jawa hingga Surabaya karena bisa memangkas waktu perjalanan.

    "Angkutan jalan bisa menjadi primadona. Sekarang ada kenaikan penumpang hingga 20 persen," katanya dalam Program Scania TransJawa, Selasa 2 Maret 2019.

    Baca: United Tractors Luncurkan 2 Model Bus Scania Trans Jawa

    Ia membeberkan data bahwa tarif tiket bus lebih unggul dibandingkan moda angkutan jalan lainnya. Ia mencontohkan rute Jakarta-Surabaya dengan bus bisa ditempuh 10 jam dengan biaya Rp 285 ribu dibandingkan biaya kereta api dengan waktu tempuh 9 jam dengan biaya Rp 470 ribu. Sedangkan pesawat dengan tujuan sama ditempuh waktu 1 jam 30 menit dengan tarif Rp 818 ribu.

    Perbandingan lainnya untuk tujuan Jakarta-Semarang dengan bus bisa ditempuh dalam waktu 6 tarifnya hanya Rp 170 ribu. Adapun kereta api dengan tujuan yang sama ditempuh dalam waktu 6 jam biaya Rp 300 ribu dan pesawat butuh waktu 1 jam 5 menit dengan tarif Rp 532 ribu. "Untuk tarif bus bisa dinaikkan hanya saja harus ada pelayanan yang lebih baik," ucapnya.

    Misalnya, soal kenyamanan dengan penggunaan air suspension dan rem antilock brake system. Tak hanya itu, sistem manajemen keselamatan yang bisa memantau perilaku mengemudi. "Kalau yang mau murah bisa pakai GPS. Selain itu wajib mendaftarkan pengemudinya pada e-log book," ujarnya.

    Untuk membahas soal layanan yang baik, Kemenhub akan mengundang para pimpinan perusahaan otobus untuk berdiskusi pada Jumat 5 April 2019. "Kita sama-sama membahas standar minimal angkutan Trans Jawa dari kendaran dan pelayanan. Mau seperti apa?" ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.