Pemerintah Berharap Ekspor Mobil ke Australia Segera Terealisasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meresmikan pencapaian ekspor kendaraan secara utuh (completely built-up/CBU) milik Toyota yang mencapai 1 juta unit dari berbagai varian di IPC Car Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/9) Sepanjang Januari-Juli tahun ini, TMMIN mengekspor 117.200 unit, naik 1,3% dari periode yang sama tahun lalu. Kontribusi terbesar disumbang varian SUV Fortuner sebanyak 30.900 unit, diikuti Avanza 21.900 unit, Agya 17 ribu unit, Vios 15.800 unit, dan Rush 12.700 unit. Tempo/Tony Hartawan

    Presiden Joko Widodo meresmikan pencapaian ekspor kendaraan secara utuh (completely built-up/CBU) milik Toyota yang mencapai 1 juta unit dari berbagai varian di IPC Car Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/9) Sepanjang Januari-Juli tahun ini, TMMIN mengekspor 117.200 unit, naik 1,3% dari periode yang sama tahun lalu. Kontribusi terbesar disumbang varian SUV Fortuner sebanyak 30.900 unit, diikuti Avanza 21.900 unit, Agya 17 ribu unit, Vios 15.800 unit, dan Rush 12.700 unit. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Australia merupakan salah satu negara yang diincar oleh Indonesia untuk tujuan ekspor mobil yang diproduksi di Tanah Air.

    Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di sela-sela acara seremoni peresmian produksi perdana All New Honda Brio untuk diekspor ke Filipina dan Vietnam, di Karawang, beberapa waktu lalu.

    Menurutnya pemerintah saat ini terus mempelajari peluang yang ada untuk masuk ke pasar otomotif roda empat Australia.

    "Tentu kami harapkan dalam satu dua tahun ke depan bisa dimanfaatkan peluangnya," ujarnya.

    Baca: Suzuki Ekspor 63 Ribu Mobil ke 71 Negara, Karimun - APV Terbanyak

    Saat ini, kata Airlangga, pemerintah sedang berusaha untuk menerobos peluang tersebut. Ia berharap setelah semuanya menemui titik temu, para produsen roda empat di Indonesia segera masuk ke pasar roda empat Australia dengan produk buatan lokalnya.

    "Jadi tentunya ini diharapkan segera sesudahnya produsen otomotif nasional menjajaki program ke sana (Australia)," katanya.

    Airlangga mengaku untuk melakukan ekspor produk lokal ke Australia masih butuh waktu proses adopsi perjanjian internasional (retifikasi) antara Indonesia dengan Australia.

    "Jadi untuk ekspor Australia jadi kita masih perlu waktu ratifikasi di parlemen dua negara," katanya. 

    Baca: Kemenperin Sebut Skema PPnBM Akan Dorong Ekspor Mobil

    Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesai (Gaikindo) Yohannes Nangoi saat pembukaan pameran otomotif GIIAS Surabaya 2019 pada Kamis, 28 Maret 2019, menyampaikan bahwa salah satu hambatan ekspor mobil ke Australia adalah adanya perbedaan tipe kendaraan yang diproduksi di Indonesia dengan kebutuhan di Australia. "Di Indonesia yang populer adalah MPV, di Australia karakter konsumennya menyukai mobil dengan bodi besar semacam SUV," ujarnya. 

    Tetapi, lanjut dia, peluang untuk ekspor mobil ke Australia tetap terbuka lebar. "Apalagi secara geografis letak Australia lebih dekat dengan Indonesia," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?