Racik Mobil Jokowi bersama Esemka, Pindad: Kami Punya Kompetensi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foday Landfort SUV yang diyakini sebagai Esemka Garuda 1. (ChinaAutoWeb).

    Foday Landfort SUV yang diyakini sebagai Esemka Garuda 1. (ChinaAutoWeb).

    TEMPO.CO, Bandung - Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Tuning Rudyati mengatakan, Pindad membenarkan adanya kerjasama Pindad dengan Mobil Esemka dalam mengembangkan mobil dinas Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Baca: 11 Model Mobil Esemka Dinyatakan Lolos Uji Tipe

    Tuning mengatakan, pertemuan dengan Esemka terakhir hampir 9 bulan lewat. Saat itu Pindad sudah rampung memasang motor listrik buatan perusahaan alutsista itu di kendaraan SUV dan pick-up kecil. Saat ini kendaraan yang sudah dipasang motor listrik itu berada di tangan Esemka. “Sudah diambil pihak Esemka untuk sertifikasi dan kelayakan darat. Kita belum dapat update perkembangannya,” kata dia kepada Tempo, Kamis 4 April 2019.

    Menurut Tuning, saat itu pemasangan motor listrik buatan Pindad di kendaraan double cabin produksi Esemka itu untuk menguji kelaikan motor penggerak listrik tersebut. “Kita sudah pasangkan itu. Sudah di coba. Sudah jalan. Tinggal kita menunggu tindak lanjut dari Esemka step apa lagi berikutnya,” kata dia.

    Soal rencana mengembangkan kendaraan dinas berbasis listrik bersama Esemka, Tuning mengaku belum tahu rincinya. “Kalau Dirut sudah menyatakan itu, rasanya sudah ada inisiatif itu. Mungkin sudah ada diskusi awalnya,” kata dia.

    Baca: Mobil Esemka Gunakan Komponen dari Cina

    Tuning mengatakan, Pindad membuka diri untuk terus mencari peluang bisnis baru. “Untuk mobil listrik ini, Pindad punya kompetensi di situ. Kita pikir itu akan menjadi peluang besar. Kompetensi Pindad ada pada electric power plan, di motornya, motor listrik yang menggerakkan kendaraan,” kata dia.

    Tuning mengatakan, mekanis dan mesin diklaimnya juga menjadi kompetensi Pindad. Tak hanya itu, Pindad juga punya pengalaman membangun kendaraan tempur. Kendati, diakuinya, masih butuh pengembangan lagi untuk masuk ke lini kendaraan komersial.

    “Kalau untuk (kendaraan) VVIP, mestinya (memiliki) armor, kendaraan tahan peluru itu, Pindad juga punya kompetensi itu juga. Jauh lebih punya kompetensi itu dibanding kendaraan komersial. Tapi untuk membangun sendiri, tentu masih perlu ada kajian. Masih perlu ada pertemuan-pertemuan, diskusi lebih detil membahas itu. Kalau Dirut menyatakan ada inisiatif itu, tinggal kita maju lebih jauh lagi,” kata Tuning.

    Baca: Logo Pabrik Mobil Esemka Dicat Ulang, Tanda Segera Diresmikan?

    Tuning membenarkan, kendaraan VVIP, apalagi untuk kebutuhan presiden, perlu fitur tambahan yang tidak biasa. Diantaranya body kendaran dan kaca anti peluru. “Tindak lanjutnya masih dalam diskusi teknis,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.