Alasan Jas Hujan Murah Lebih Laris dari yang Mahal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli jas hujan di jalan M Toha, Tangerang, Banten, Minggu 4 Januari 2015. Musim penghujan menjadi berkah bagi penjual jas hujan dengan omset meningkat hingga sepuluh kali lipat, yang dijual dengan harga satuan Rp 75.000 hingga Rp 200.000. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Warga membeli jas hujan di jalan M Toha, Tangerang, Banten, Minggu 4 Januari 2015. Musim penghujan menjadi berkah bagi penjual jas hujan dengan omset meningkat hingga sepuluh kali lipat, yang dijual dengan harga satuan Rp 75.000 hingga Rp 200.000. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, jas hujan merupakan aksesori penting bagi para pengendara motor. Namun saat ini ternyata jas hujan murah lebih laku dibanding jas hujan yang mahal.

    Baca: Membeli Jas Hujan Tidak Sesuai Bisa Membahayakan, Simak Tipnya

    Seperti yang disampaikan pemilik gerai Adi Helm, Adi. Menurutnya sejak 2010 ia berkecimpung di dunia bisnis jas hujan, makin ke sini, jas hujan murah lebih laku dibanding yang mahal.

    "Sekarang itu nggak kaya dulu sih kalau dulu itu jas hujan mahal itu laku sekarang kebanyakan jas hujan yang Rp 10 ribu (jas hujan kresek) yang laku," ujarnya kepada Tempo, di Ciputat 10 April 2019.

    Adu Kurang tahu apa alasannya. Namun menurutnya faktor kepedulian dan ekonomi yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Ada orang yang kurang memperhatikan pentingnya jas hujan.

    Selain itu mungkin kata Adi, ada yang peduli dengan pentingnya jas hujan namun karena faktor ekonomi membuat pemotor memilih jas hujan yang murah. "Murah satu, ya sama kondisi ekonominya. Mungkin faktor ekonomi, ya kan otomatis dari duit orang yang beli," katanya.

    Baca: Hujan, Bikers Jangan Pakai Jas Hujan Ponco

    Selain itu, faktor pemotor yang lebih memilih jas hujan murah ketimbang yang mahal lanjut Adi mengatakan, bisa terlihat juga dari segi omset penjualan.

    "Kalau peduli (beli jas hujan) orang mah dari dulu peduli kan, banyak jadi ujan mahal laku itu kalau sekarang menurun. Salah satunya ekonomi sebab dari catatan jas hujan kita aja omset menurun," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.