Begini Cara Memaksimalkan Jas Hujan Kresek

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita berlari menerobos hujan deras yang disertai angin kencang saat terjadi Topan Mangkhut di Shenzhen, Cina, Ahad, 16 September 2018. Angin kencang akibat Topan Mangkhut dilaporkan mencapai 232 kilometer per jam. REUTERS/Jason Lee.

    Seorang wanita berlari menerobos hujan deras yang disertai angin kencang saat terjadi Topan Mangkhut di Shenzhen, Cina, Ahad, 16 September 2018. Angin kencang akibat Topan Mangkhut dilaporkan mencapai 232 kilometer per jam. REUTERS/Jason Lee.

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pengendara sepeda motor membeli jas hujan kresek dengan alasan harga murah hanya Rp 10 ribu - Rp 15 ribu. Meski punya kualitas bahan yang sebenarnya tidak direkomendasikan untuk berkendara namun jika kondisinya terpaksa bisa dimaksimalkan.

    Baca: Alasan Jas Hujan Murah Lebih Laris dari yang Mahal

    Pemilik gerai Adi Helm, Adi, mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan pemotor agar lebih nyaman saat harus memakai jas hujan kresek. Yang pertama kata Adi lebih baik memilih jas hujan kresek yang satu pasang dengan bawahan. Karena ada jas hujan yang hanya atasannya saja dan ada juga yang dengan bawahannya.

    "Cuma beda Rp 5 ribu. Yang atasan Rp 10 ribu, yang sama celananya Rp 15 ribu," katanya kepada Tempo, di Ciputat 10 April 2019.

    Setelah itu, pada bagian lengan jas hujan kresek lebar, sehingga memungkinkan air hujan membasahi bagian lengan tersebut. Untuk mengakalinya, ujung lengan jas hujan yang lebar itu dimasukan ke dalam ujung lengan jaket yang digunakan pemotor. "Masukin aja ujungnya ke ujung lengan jaketnya, aman kok," ucap Adi

    Baca: Amankah Pakai Jas Hujan Bahan Kresek Saat Hujan?

    Begitu juga pada bagian bawah. Ujung celana jas hujan dilipat kedalam celana yang digunakan pemotor. Ia juga menyarankan agar sedia sandal saat musim hujan seperti saat ini. "Jadi bagian sepatu nggak basah," ucap Adi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.