2019, Toyota Akan Meluncurkan 7 Mobil Baru Lagi di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat menjajal mobil konsep Toyota i-Walk di GIIAS 2018. (TAM)

    Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat menjajal mobil konsep Toyota i-Walk di GIIAS 2018. (TAM)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek Toyota di Indonesia berencana meluncurkan 7 produk barunya lagi di Indonesia, setelah Toyota Camry, dan Avanza telah meluncur yang akan disusul oleh C-HR Hybrid 22 April 2019. 

    Baca: Duet Maut Toyota Avanza - Daihatsu Xenia, 2,75 Juta Unit Terjual

    Executive General Managern TAM, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Toyota akan menargetkan untuk meluncurkan lebih banyak produk tahun ini dibanding 2018. Namun pria yang akrab Soerjo itu tidak menjelaskan apakah sisa produk yang bakal meluncur tahun ini model terbaru atau hanya facelift.

    "Kita kan sekarang mau launching produk lebih banyak dari tahunn lalu. Kalau tahun lalu kan enam tahun ini mudah-mudahaan di atas enam," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin 15 April 2019.

    "Mudah-mudahan ada 10 produk yang akan berubah," tambah Soerjo.

    Selain itu juga ia menegaskan rencana total 10 produk baru tersebut hanya target, belum pasti terjadi. Pertimbangannya dari segi para desainer dan kondisi-kondisi tertentu juga. Ia memastikan akan lebih banyak dari tahun kemarin.

    Baca: Ikuti Tren, TAM Akan Luncurkan Toyota C-HR Hybrid Harga Naik

    "Mungkin kalau desainer-desainer kita bisa menghasilkan produk dengan cepat terus kemudian ide kreatif-nya lebih cepat keluar, dia bisa menyelesaikan tahun ini ya mudah-mudahan bisa 10," papar Soerjo.

    "Sekarang baru dua kan (Camry dan Avanza) tambah nanti (CH-R hybrid), tiga jadi masih ada 7 model. Mudah-mudahan kalau keburu," lanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.