Cerita Adira Insurance Bangkit Hadapi Era Digitalisasi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance memberikan sambutan acara sharing session Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2018 di Surabaya. Dok Adira Insurance

    Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance memberikan sambutan acara sharing session Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2018 di Surabaya. Dok Adira Insurance

    TEMPO.CO, Jakarta - Adira Insurance dengan sigap mengikuti perkembangan teknologi terutama digitalisasi. Dari sisi proses kerja internal, misalnya, sejumlah perubahan dilakukan. Selain paperless, sejak tahun lalu gaya kerja menjadi working at home. Sekitar 100 orang sudah menerapkannya. Mereka menggunakan pola 4:1 yaitu empat hari di rumah, sisanya di kantor. Perubahan ini semua diharapkan akan membuat proses kerja menjadi efisien, juga memberikan kemudahan dan kecepatan layanan kepada konsumen.

    Baca: Alasan Adira Insurance Menstandarisasi Bengkel Rekanan

    Untuk menjangkau konsumen lebih luas, pada tiga tahun terakhir jalur kanal digital seperti aggregator, marketplace, dan website yang telah dibuka dan makin berkembang. Pembelian asuransi dari jalur ini terus meningkat setiap tahunnya. Terakhir, mencapai 400 persen dari tahun 2017 ke 2018.

    Julian Noor, Presiden Direktur Adira Insurance, mengakui sekalipun kanal digital terus meningkat, dampaknya terhadap total bisnis perusahaan ternyata belum begitu terasa. “Comparing terhadap premi yang kami dapatkan, itu relatif masih kecil, mungkin masih di bawah 5 persen,” ungkapnya kepada SWA. Namun, dia meyakini kontribusinya akan terus bertambah. Karena itulah, Adira Insurance terus menyiapkan infrastrukturnya, terutama yang menyangkut big data.

    Kendati membangun infrastruktur digital sangat penting, pengembangannya menurut Julian tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Manajemen harus meyakinkan pemegang saham bahwa investasi yang dikucurkan bisa memberikan hasil. Kendala lainnya, potensi kegagalan mengingat teknologi berubah demikian cepat.

    Adira menilai potensi digital begitu besar. Bila terlambat menangkapnya, mereka akan tertinggal. “Even sekarang agen-agen kami sudah menjual memakai aplikasi, tidak lagi memakai kertas dan tanda tangan,” kata Julian.

    Baca: Adira Insurance Buka Autocillin Garage untuk Truk dan Bus

    Jalur digital kian dipeluk tak terlepas dari perkembangan pasar. Bila dipetakan, Adira Insurance membidik dua segmen pasar: korporasi dan individual. Segmen korporasi itu sendiri terbagi dua, yakni korporasi konvensional dan yang berasal dari perusahaan startup. Yang konvensional terlihat nyaman dengan proses bisnis yang ada. Sementara yang startup membeli asuransi cenderung lewat online. Adapun untuk pasar individual, Adira Insurance melihat mereka harus bersiap di jalur digital.

    Yang pasti, untuk konsumen di dua segmen ini, sisi pelayanan terus ditingkatkan. Salah satunya, menyediakan layanan yang disebut “klaim satu jari beres”. Persisnya: Adira Insurance menyediakan aplikasi Autocillin Mobile Claim Application yang bisa diunduh melalui appstore atau playstore. Dengan aplikasi ini, konsumen bisa melakukan klaim bila terjadi hal yang tidak diinginkan atas kendaraannya. Cukup dengan jarinya, dia bisa melaporkan serta memotret kerusakan yang terjadi, lalu dihubungkan dengan bengkel terdekat atau mobil pengangkut jika dibutuhkan. “Mungkin kami cukup maju dibandingkan perusahaan lainnya,” Julian mengklaim.

    Sejauh ini, Autocillin tetap menjadi produk andalan Adira Insurance. Kemudian, ada Medicilin untuk produk kesehatan dan Travelin yang menjadi tren karena generasi milenial senang bepergian. “Komposisinya masih Autocillin yang paling besar,” katanya. Kendati demikian, asuransi perjalanan diprediksi memberikan peluang bisnis yang besar karena anak-anak muda zaman sekarang suka melancong.

    Di tengah persaingan bisnis yang ketat, manajemen Adira Insurance berharap mereka terus berkembang. Tahun 2018, premi tumbuh di atas industri (15 persen), demikian juga tingkat profitabilitas yang naik 18 persen. “Target tahun ini (tetap) double digit. Kalau melampaui tahun lalu, sangat bagus,” Julian menjelaskan.

    Baca: Adira Klaim Asuransi Sepeda Motor Tumbuh di 2018, Tips Memilihnya

    Untuk mencapai target tersebut, selain memantapkan langkah yang sudah ditempuh, Adira Insurance juga menyiapkan beberapa jurus. Di antaranya, menyiapkan inovasi digital baru. Mereka pun berencana menggelar satu aksi korporat yang tengah menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Akan ada investor dari luar yang masuk. “Ini akan menjadikan kami global player, dan ini merupakan lompatan strategi kami,” kata Julian.

    SWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.