Pilpres 2019: Penjualan Mobil Niaga Turun, Ini Kata Mitsubishi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto di depan booth Mitsubishi Fuso di pameran GIIAS Surabaya 2019 di Grand City Convex, Surabaya, 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto di depan booth Mitsubishi Fuso di pameran GIIAS Surabaya 2019 di Grand City Convex, Surabaya, 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil periode Janurari-Maret atau kuartal 1 2019 mengalami penurunan 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di dalamnya termasuk mobil komersial. Penuruan terjadi karena Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres 2019).

    Hal tersebut disampaikan Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono. Ia menyebut lebih tepat bukan penuruan namun lebih kepada penundaan pemesanan para pengusaha.

    Baca: Mitsubishi Fuso Fighter Meluncurkan 9 Varian Baru, Simak Harganya

    "Jadi ada pemilu. Banyak pengusaha yang menunda pembelian, kalau marketnya tidak turun hanya saja banyak pengusaha yang menunda pembelian nunggu sampai pemilu selesai kira-kira begitu," ujarnya saat dihubungi Tempo, Kamis 18 April 2019.

    "Jadi demand-nya ada ditunda pembeliannya sampai pemilu selesai, demand-nya masih oke," kata Duljatmono

    Penundaan tersebut menurut Duljatmono karena kebanyakan pengusaha sedang menerka siapa presiden terpilih nantinya, dan dapat membaca kebijakan apa saja yang nantinya akan berdampak pada usaha mereka.

    Baca: Mitsubishi Fuso Fighter Siap Lawan Isuzu, Ini 4 Kelebihannya

    "Menunggu arah kebijakan siapa yang menang kalau yang mana mereka punya estimasi sendiri. Arah kebijakannya ke mana. Jadi kira-kira begitulah, umumnya menunda dulu, tunggu presidennya siapa," tuturnya.

    Padahal lanjut Duljatmono, pada pemilu sebelumnya tidak terlalu berpengaruh seperti pemilu tahun ini. "Pemilu sebelumnya saya lupa ya, mungkin nggak sekeras sekarang penundaannya. Lebih kencang sekarang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.