Pusat Aksesoris dan Spare Part Mobil Resmi Dibuka di Mal Blok M

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusat Aksesoris dan Sparepart (PAS) resmi dibuka di Mal Blok M, Minggu, 21 April 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    Pusat Aksesoris dan Sparepart (PAS) resmi dibuka di Mal Blok M, Minggu, 21 April 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, JakartaPusat Aksesoris dan Spare Part Mobil (PAS) resmi dibuka di mal Blok M pada Minggu, 21 April 2019. Pusat Aksesoris dan Spare Part Mobil ini merupakan pindahan dari ITC Duta Mas Fatmawati dan diklaim terbesar di Jakarta Selatan dengan menawarkan kenyamanan dibandingkan sebelumnya. 

     

    Direktur PT Indonesia Prima Property selaku pengembang mal Blok M, Billie Fuliangsahar mengatakan, konsep pengembangan lokasi pusat aksesoris dan sparepart mobil ini akan menjadikan Blom M sebagai Auto Mall baru. "Segala macam merek, tahun, spare part fast moving, dan lainnya ada," ujarnya di Jakarta pada Minggu, 21 April 2019. 

    Baca: Cara Toko Aksesoris Mobil Bersaing dengan Penjual Online

    Menurutnya, lokasi baru di mal Blok M saat ini sudah menampung lebih dari 100 pedagang dengan lahan parkir berkapasitas 360 mobil. Selain itu, tempat untuk bongkar mobil di depan toko disediakan supaya pelanggan lebih nyaman melakukan servis atau penggantian sparepart.

    "Kami mengubah konsep, ada bursa mobil bekas dan baru, toko spare part tersedia space dan ruang servis di depan toko. Kita setting untuk servis langsung di depan bengkelnya, karena kan kalau servis gak di depan bengkelnya kurang enak," katanya. 

    Baca: Ragam Lampu Rem Mobil Berkedip Mulai Rp 65 Ribu Hingga Jutaan

    Pihak pedagang di ITC Duta Mas Fatmawati kini seluruhnya sudah pindah ke mal Blok M dengan segala kenggulan dan kenyamanannya. "Ada kerja sama baik dari pihak pedagang di ITC Fatmawati di mana mereka membutuhkan lokasi yg mampu menampung sebanyak 100 lebih pedagang," tuturnya.

    Billie juga menegaskan kondisi saat ini di Mal Blok M lebih nyaman karena berada di dalam gedung sehingga akan terhindar dari masalah panas dan hujan, kemudian kalau dulu kan terbagi beberapa lantai sehingga pembagian konsumen tidak merata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.